Pembantaian Suku di Papua Nugini: Korban Dipotong-potong, Sulit Dikenali

Kamis, 11 Juli 2019 - 01:09 WIB
Pembantaian Suku di...
Pembantaian Suku di Papua Nugini: Korban Dipotong-potong, Sulit Dikenali
A A A
PORT MORESBY - Sebanyak 24 orang terbunuh dalam konflik antarsuku di desa Karida dan Peta, provinsi Hela, Papua Nugini, sejak Sabtu lalu. Sebagian dari mereka yang dibantai, termasuk wanita hamil dan anak-anak sulit, dikenali karena tubuh mereka dipotong-potong.

Philip Pimua, seorang pekerja dari Departemen Kesehatan setempat mem-posting foto para korban pembantaian tersebut di Facebook. "Beberapa orang dipotong-potong dan sulit mengenali bagian tubuh mereka," tulis dia.

Dia mengatakan kepada ABC bahwa dia yakin delapan dari mereka yang tewas berusia antara satu hingga 15 tahun. Selain itu ada juga dua wanita hamil.

Korban tewas dan tanggal kekerasan di provinsi Hela bervariasi dalam laporan oleh ABC dan surat kabar Post-Courier yang dilansir Kamis (11/7/2019). (Baca: Wanita Hamil dan Anak-anak Jadi Korban Perang Suku di Papua Nugini )

Gubernur Hela Philip Undialu mengatakan kepada ABC bahwa kekerasan terakhir terjadi pada hari Senin ketika 16 orang termasuk wanita hamil dan anak-anak terbunuh di desa Karida.

Pembunuhan itu, kata Undialu, mungkin merupakan pembalasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan sekitar tujuh orang.

"Ini telah meningkat menjadi pembantaian wanita dan anak-anak yang tidak bersalah," kata Undialu.

Post-Courier, media yang berbasis di Port Moresby, melaporkan sebanyak 24 orang terbunuh di desa Karida dan Peta sejak Sabtu.

Kepala Polisi Hela, Inspektur Teddy Augwi, mengatakan enam orang telah disergap dan dibunuh di dekat Peta pada hari Sabtu. Kerabat korban membalas dengan senapan pada keesokan harinya, yang menewaskan antara 16 hingga 18 orang di Karida, termasuk para wanita hamil.

"Ini bukan pertarungan suku di mana penduduk desa yang saling berhadap-hadapan di lapangan," kata Augwi kepada surat kabar tersebut. "Ini adalah pertarungan dalam perang gerilya, yang berarti mereka bermain petak umpet dan menyergap musuh-musuh mereka."

Administrator Hela William Bando mengatakan banyak penduduk desa yang melarikan diri dari kekerasan. Belum jelas apakah ada tersangka telah ditangkap. Juru bicara Kepolisian Papua Nugini Inspektur Dominic Kakas belum bersedia menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan pada hari Rabu.

Kekerasan suku biasa terjadi di pedalaman Papua Nugini, di mana penduduk desa membalaskan kerabatnya yang jadi korban serangan.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas serangan fatal dapat menghadapi hukuman mati.
(mas)
Berita Terkait
Terobos Perbatasan Laut,...
Terobos Perbatasan Laut, 8 ABK Indonesia Ditangkap Otoritas Papua Nugini
Benda Langit yang Jatuh...
Benda Langit yang Jatuh ke Papua Nugini Diduga Kuat Milik Alien
Papua Nugini Diguncang...
Papua Nugini Diguncang Gempa 7,0 SR, Tidak Berpotensi Tsunami
Peneliti Australia Temukan...
Peneliti Australia Temukan Fosil Kanguru Bergigi Unik di Papua
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Gempa Magnuitudo 7,6...
Gempa Magnuitudo 7,6 Guncang Papua Nugini
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
17 menit yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
1 jam yang lalu
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
3 jam yang lalu
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
4 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved