Inggris Bakal Kerahkan Banyak Pasukan Khusus ke Suriah

Rabu, 10 Juli 2019 - 07:07 WIB
Inggris Bakal Kerahkan...
Inggris Bakal Kerahkan Banyak Pasukan Khusus ke Suriah
A A A
LONDON - Inggris sedang bersiap untuk menambah jumlah pasukan khusus-nya, Special Air Service (SAS) di Suriah. Misinya untuk melindungi pasukan Amerika Serikat (AS) yang sedang ditarik dari negara Presiden Bashar Al-Assad tersebut.

Laporan itu dipublikasikan Foreign Policy yang berbasis di Amerika Serikat. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris tidak pernah bersedia mengonfirmasi kehadiran tentara daratnya di negara yang dilanda perang dan menolak mengomentari misi SAS di luar negeri.

"Kami tidak mengomentari Pasukan Khusus," kata Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dikutip Mirror, Selasa (9/7/2019).

Inggris selama ini memiliki pasukan darat dari resimen "Who Dares Wins" di Suriah yang bertugas memerangi milisi kelompok Islamic State atau ISIS.

Pada Januari lalu, dua tentara Inggris terluka parah dalam serangan rudal ISIS di Suriah. Kemudian, pada bulan Maret 2018, Sersan Matt Tonroe, 33, dari Batalion 3 Resimen Parasut terbunuh di Suriah ketika disatukan dengan pasukan AS sebagai bagian dari operasi kontra-terorisme.

Menurut laporan Foreign Policy, Inggris dan Prancis telah sepakat untuk mengirim pasukan tambahan ke Suriah untuk melindungi pasukan AS.

Presiden AS Donald Trump pada akhir 2018 mengumumkan bahwa pasukan Amerika akan sepenuhnya mundur dari Suriah. Tetapi pada Februari tahun ini keputusan itu diralat, di mana sekitar 400 tentara AS akan tetap dipertahankan di Suriah.

Perang saudara di Suriah pecah sejak 2011 ketika para demonstran pro-demokrasi bangkit melawan rezim Presiden Bashar Al-Assad. Di tengah-tengah konflik itu muncul kelompok ekstremis ISIS yang mengeksploitasi kekacauan dan mendeklarasikan negara mereka sendiri di sebagian wilayah Suriah dan Irak.

Inggris sendiri telah mengerahkan pesawat tempur dan drone untuk menggempur sisa-sisa ISIS melalui Operation Shader. Kru Inggris telah mengebom basis-basis ISIS di Irak sejak 2014 dan di Suriah sejak 2015.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Theresa May memberikan penghormatan kepada pasukan Inggris atas Operation Shader ketika ia mengunjungi Markas Besar Gabungan Permanen di Northwood di London.

"Pasukan yang telah membantu menghancurkan kekhalifahan wilayah Daesh (ISIS), dan yang melanjutkan perang melawan kejahatan yang diperjuangkannya," puji PM May.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
AS Kirim Konvoi Terbesar...
AS Kirim Konvoi Terbesar ke Suriah sejak Jatuhnya Assad
Prancis Serang Kelompok...
Prancis Serang Kelompok Negara Islam di Suriah
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Pengakuan Trump : Ingin...
Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Perjalanan Mohammed...
Perjalanan Mohammed al-Julani Tumbangkan Assad hingga Jadi Buronan Amerika, Diburu Rezim dan Dikhianati ISIS
Berita Terkini
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
34 menit yang lalu
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
2 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
6 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
8 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
10 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved