TV Israel: AS dan Iran Melakukan Pertemuan Rahasia di Irak

Rabu, 10 Juli 2019 - 03:21 WIB
TV Israel: AS dan Iran...
TV Israel: AS dan Iran Melakukan Pertemuan Rahasia di Irak
A A A
BAGHDAD - Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan sejumlah perwakilan Iran dilaporkan melakukan pertemuan rahasia di sebuah hotel di Erbil, Irak. Menurut laporan tersebut, perwakilan Teheran dipimpin oleh Hassan Khomeini; cucu pendiri Republik Islam Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Laporan itu dilansir stasiun televisi (TV) Israel, i24News, pada Selasa (9/7/2019) malam. Delegasi Iran juga termasuk dua pejabat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Iraj Masjedi, utusan khusus Iran untuk Irak.

Menurut laporan yang mengutip sumber-sumber internal Iran, IRGC telah mengalami perpecahan baru-baru ini, dan itu menunjukkan bahwa Republik Islam Iran sedang mengalami "kudeta lunak".

Ada juga laporan yang menyebut bahwa Iran menghubungi partai-partai oposisi Kurdi yang berbasis di Irak. Namun, sejumlah sumber itu mengatakan pembicaraan dengan partai-partai oposisi itu tidak berguna.

Partai Komunis Iran, sebuah partai oposisi Kurdi, mengumumkan bahwa beberapa partai Kurdi secara diam-diam telah bertemu dengan para pejabat Iran selama dua tahun terakhir.

Pemerintah Iran maupun IRGC Iran belum berkomentar atas laporan stasiun televisi Israel tersebut. Rezim para Mullah selama ini menolak berunding dengan AS karena Washington terus menjatuhkan sanksi.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Penasihat Keamanan AS John Bolton karena membunuh perjanjian Paris dengan bersikeras pengayaan uranium Iran harus nol persen.

"Bolton dan Netanyahu membunuh Perjanjian Paris antara E3 (tiga negara Eropa) dan Iran pada 2005 dengan bersikeras pada pengayaan nol (persen)," tulis Zarif di Twitter. "Hasilnya? Iran meningkatkan pengayaannya 100 kali lipat pada 2012," lanjut Zarif.

Awal pekan ini, kantor berita Fars melaporkan bahwa seorang komandan senior pasukan Irak mengungkapkan informasi tentang pangkalan militer di sepanjang perbatasan Irak-Suriah kepada agen CIA. Informasi itu terungkap dari bocoran file audio dan obrolan WhatsApp yang dirilis oleh kelompok Hizbullah Irak.

Mahmoud al-Falahi, komandan operasi di provinsi al-Anbar Irak, diminta oleh agen CIA—yang merupakan warga negara Irak—untuk memberikan koordinat geografis pangkalan militer yang ada di sepanjang perbatasan antara Irak dan Suriah untuk diserang oleh pasukan AS dan Israel.

Agen CIA juga menginstruksikan al-Falahi untuk bertemu dengan komandan tentara dan intelijen AS di Erbil di wilayah Kurdistan Irak atau di pangkalan pasukan AS di al-Habaniyeh di Irak Barat.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
47 menit yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
1 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
4 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
5 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
5 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved