Ratu Belanda Dikritik karena Temui Pangeran Mahkota Saudi

Minggu, 30 Juni 2019 - 04:53 WIB
Ratu Belanda Dikritik...
Ratu Belanda Dikritik karena Temui Pangeran Mahkota Saudi
A A A
AMSTERDAM - Seorang pejabat PBB bergabung dengan anggota parlemen Belanda dalam meluncurkan kritik terhadap Ratu Maxima karena melakukan pertemuan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Pertemuan itu terjadi di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang.

Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum Agnes Callamard mengatakan kepada surat kabar Algemeen Dagblad bahwa lebih mengecewakan lagi karena Ratu Belanda itu tidak mengangkat isu pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dalam pertemuannya dengan MBS.

"Adalah satu hal (baginya) untuk bertemu pria ini, itu adalah sesuatu yang lain untuk tetap diam," kata Callamard.

Callamard menulis laporan PBB yang menyatakan pejabat tinggi Saudi termasuk MBS harus diselidiki atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul.

Istana Kerajaan Belanda tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar, tetapi media setempat mengutip pernyataan dari para bangsawan membenarkan bahwa pertemuan itu memang terjadi.

Menurut laporan media Belanda yang dikutip Reuters, Minggu (30/6/2019), sudah menjadi kewajiban bagi Ratu Maxima untuk bertemu Putra Mahkota MBS karena Arab Saudi akan menjadi tuan rumah G-20 berikutnya.

Maxima, seorang wanita Argentina yang menikah dengan Putra Mahkota Belanda pada tahun 2002, telah membahas pemberdayaan perempuan dalam pertemuan puncak atau KTT G-20 di Osaka.

Pusat Komunikasi Internasional Saudi menerbitkan foto pertemuan keduanya di Twitter dengan keterangan berbunyi; "Banyak topik ada di atas meja selama percakapan mereka".

Komentar Callamard muncul setelah para anggota Parlemen Belanda secara langka mengkritik bangsawan negara tersebut. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka akan membahas masalah itu di Parlemen pada hari Senin (1/7/2019).

"Siapa pun yang menyetujui pembicaraan antara Maxima dan Putra Mahkota Saudi ini tidak mengerti apa-apa tentang diplomasi dan bahkan kurang paham soal apa hubungannya dengan masyarakat yang baik," kata Sjoerd Sjoerdsma dari Partai D-66, anggota koalisi pemerintah, dalam sebuah pernyataan di Twitter.
(mas)
Berita Terkait
PBB: Pangeran Mahkota...
PBB: Pangeran Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Turki Adili 20 Warga...
Turki Adili 20 Warga Saudi Pembunuh Khashoggi Termasuk 2 Eks Ajudan MBS
Investigasi Yahoo: Tim...
Investigasi Yahoo: Tim Algojo Khashoggi Mampir Kairo Angkut Narkoba Mematikan
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Berita Terkini
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
18 menit yang lalu
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
9 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
10 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
11 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
12 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
14 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved