Dua Peneliti Terkenal Australia Ditolak Masuk Indonesia

Rabu, 26 Juni 2019 - 01:18 WIB
Dua Peneliti Terkenal...
Dua Peneliti Terkenal Australia Ditolak Masuk Indonesia
A A A
JAKARTA - Dua peneliti terkenal asal Australia ditolak masuk ke Indonesia di tengah tindakan keras oleh otoritas pemerintah terhadap orang asing yang melakukan penelitian akademis.

Kedua pakar yang berbasis di Australia tersebut adalah Dr Ross Tapsell dari Universitas Nasional Australia dan Dr David McRae dari Universitas Melbourne. Keduanya dikenal sebagai peneliti tentang Indonesia. Dua peneliti itu dihentikan di cegah masuk di perbatasan dalam tiga bulan terakhir dan dipulangkan.

Mereka melakukan perjalanan ke Indonesia untuk tujuan penelitian individu, namun menggunakan visa pariwisata bukan visa penelitian khusus yang diperlukan untuk penelitian akademis. Penyalahgunaan visa seperti itu jelas merupakan pelanggaran peraturan.

Tetapi menurut sumber akademis, sudah lumrah bagi para peneliti dari seluruh dunia untuk memasuki Indonesia dengan visa turis gratis karena proses untuk mendapatkan visa akademis dapat memakan waktu enam bulan dan sukar. Visa turis biasanya juga digunakan secara luas untuk kunjungan keluarga atau sosial, acara seni dan budaya, untuk tugas pemerintah, untuk menyampaikan pidato atau menghadiri seminar, atau untuk menghadiri pertemuan bisnis di Indonesia.

Otoritas imigrasi Indonesia melalui seorang juru bicara seperti dikutip Sydney Morning Herald, Selasa (25/6/2019), mengonfirmasi bahwa beberapa akademisi lain juga telah ditolak masuk untuk proyek-proyek penelitian dalam beberapa bulan terakhir.

Juru bicara itu menolak merinci berapa banyak akademisi lain yang telah ditolak masuk atau merinci dari negara mana mereka berasal.

Tapsell adalah penulis beberapa buku tentang politik dan masyarakat Indonesia, termasuk buku "Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution". Sedangkan McRae telah mengedit dan berkontribusi pada beberapa buku tentang topik-topik serupa.

Tidak ada dari mereka yang menanggapi permintaan komentar pada hari Selasa. Sedangkan beberapa ahli terkemuka Indonesia yang berbasis di Australia juga menolak memberikan komentar.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia telah memeriksa aplikasi visa untuk akademisi selama sekitar 10 tahun. Tahun lalu, Kementerian itu mengumumkan akan memperketat aturan bagi akademisi yang ingin datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian. Kementerian menolak mengomentari kasus ditolaknya dua pakar Australia itu.

Profesor Dewi Fortuna Anwar, salah satu ilmuwan politik terkemuka di Indonesia, mengatakan negara itu perlu memeriksa kembali peraturannya untuk akademisi asing. Dia mengatakan bahwa persyaratan visa saat ini terlalu sukar, dan bisa merusak kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

"Ketika LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan penelitian, kami dapat menilai secara substansi apakah penelitian itu pantas, apakah peneliti lokal akan mendapat manfaat," katanya.

"Begitu pergi ke kementerian, mereka yang menghadiri pertemuan (untuk memutuskan visa) lebih peduli dengan berpegang pada surat hukum," katanya.

"Pada saat kita ingin mengembangkan jaringan internasional, untuk meningkatkan kualitas institusi lokal, yang membutuhkan kerja sama internasional yang lebih besar, pada saat yang sama ada semua hambatan yang diberlakukan yang tidak ramah terhadap peneliti," ujarnya.

Rancangan undang-undang (RUU) dari parlemen Indonesia, yang disebut "RUU Ilmu Pengetahuan dan Teknologi", akan membuat semakin sulit bagi akademisi yang ingin belajar di Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
2 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
3 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
6 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
9 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved