Sikap Duterte soal Kapal China Tenggelamkan Kapal Nelayan Filipina

Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:38 WIB
Sikap Duterte soal Kapal...
Sikap Duterte soal Kapal China Tenggelamkan Kapal Nelayan Filipina
A A A
MANILA - Presiden Rodrigo Duterte pada Sabtu (22/6/2019) memutuskan untuk menerima usulan China untuk melakukan investigasi bersama terkait aksi kapal Beijing menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan Filipina di Laut China Selatan.

Duterte sebelumnya menuai kritik di dalam negeri karena dianggap mengikuti langkah Beijing ketimbang membela kedaulatan negara dan hak-hak nelayannya.

Kapal yang tenggelam itu ditinggalkan 22 nelayan Filipina.

Meski menerima usulan Beijing, Duterte ingin negara ketiga dimasukkan dalam komite investigasi bersama yang akan dibentuk untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi di Reed Bank, Laut China Selatan. Keputusan Duterte itu disampaikan juru bicaranya, Salvador Panelo.

"Kami sama sekali tidak melepaskan satu inci pun dari hak kedaulatan kami, atau mengorbankan hak 22 nelayan kami. Kami menuntut keadilan bagi warga negara kami, dan kami menggunakan semua cara hukum untuk mencapai tujuan itu," kata Panelo dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Duterte awalnya meremehkan insiden itu dengan menganggapnya sebagai "kecelakaan kecil". Sikap itu menuai kririk karena Duterte dinilai lebih mengikuti langkah Beijing daripada membela nelayan negaranya.

Menteri pertahanan, kepala angkatan laut dan juru bicara Duterte secara terbuka mengecam kru China.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin telah mengajukan protes ke Beijing dan dalam sebuah tweet pada hari Jumat, di mana dia menolak gagasan penyelidikan bersama.

Insiden penabrakan kapal nelayan Filipina hingga tenggelam oleh kapal China itu terjadi pada 9 Juni di dekat Reed Bank, tempat cadangan gas di kawasan Laut China Selatan. Menurut putusan pengadilan arbitrase internasional pada 2016, Filipina sebagai pihak yang berdaulat untuk mengeksploitasi wilayah itu. Namun, Beijing menolak putusan pengadilan tersebut.

Kedutaan besar China di Manila mengatakan kru Beijing sebenarnya berusaha menyelamatkan para nelayan Filipina, tetapi terpaksa melarikan diri setelah tiba-tiba dikepung oleh tujuh hingga delapan kapal nelayan Filipina.

"Sebuah penyelidikan bersama dan tidak memihak tidak hanya akan mempromosikan penyelesaian masalah yang bijaksana, itu juga akan sesuai dengan hukum internasional...yang menempatkan penekanan utama pada penggunaan cara damai untuk menyelesaikan sengketa internasional," kata Panelo.
(mas)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Sengketa Laut China...
Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum!
Tak Takut Dibunuh China,...
Tak Takut Dibunuh China, Duterte Ogah Tunduk soal Laut China Selatan
Singgung Perang Nuklir,...
Singgung Perang Nuklir, Duterte Tegur China Terkait Sengketa LCS
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
30 menit yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved