Singgung Perang Nuklir, Duterte Tegur China Terkait Sengketa LCS

Rabu, 23 September 2020 - 07:53 WIB
loading...
Singgung Perang Nuklir,...
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/Nikkei
A A A
MANILA - China tidak memiliki hak untuk merusak putusan pengadilan internasional yang menolak klaim Beijing atas kedaulatan sebagai besar Laut China Selatan (LCS) . Hal itu diungkapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte .

“Penghargaan tersebut sekarang menjadi bagian dari hukum internasional, di luar kompromi dan di luar jangkauan pemerintah yang menyerahkan sengketa, pengurangan, atau penghapusan,” kata Duterte dalam pidato virtual di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) .

"Kami dengan tegas menolak upaya untuk merusaknya," tegas Duterte seperti dilansir dari Washington Examiner, Rabu (23/9/2020).(Baca juga: Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum! )Dalam kesempatan itu, Duterte memuji dukungan diplomatik dari tetangga regional yang telah terjadi sejak Menteri Luar Negeri Amrika Serikat (AS) Mike Pompeo mengeluarkan penolakan penting atas ambisi teritorial China.

“Kami menyambut baik peningkatan jumlah negara yang datang untuk mendukung penghargaan dan apa yang diperjuangkannya: kemenangan alasan atas ketergesaan, hukum atas kekacauan, persahabatan atas ambisi,” ujar Duterte.

Namun, pemimpin Filipina itu menegaskan kembali ketakutannya akan konfrontasi antara AS dan China.

“Saat gajah bertarung, rumput yang diinjak-injak rata,” ucapnya."Mengingat ukuran dan kekuatan militer para pesaing, kita hanya bisa membayangkan dan terkejut dengan korban jiwa yang mengerikan dan harta benda yang akan ditimbulkan jika perang dunia memburuk menjadi perang senjata nuklir yang sebenarnya," imbuhnya.

Pompeo telah menggembar-gemborkan sanksi terhadap perusahaan milik negara China yang terlibat dalam ekspansi dan militerisasi pulau buatan Beijing di Laut China Selatan, yang mendorong negara-negara lain di kawasan itu untuk menyatakan keberatan mereka terhadap klaim teritorial China. Namun, Duterte mendukung kebijakan tersebut dengan peringatan lain tentang potensi perang dunia ketiga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved