Pesawat Nirawak AS Dirudal Jatuh Iran Biayanya Rp1,8 Triliun

Jum'at, 21 Juni 2019 - 09:24 WIB
Pesawat Nirawak AS Dirudal...
Pesawat Nirawak AS Dirudal Jatuh Iran Biayanya Rp1,8 Triliun
A A A
WASHINGTON - RQ-4 Global Hawk, pesawat nirawak atau drone mata-mata Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang ditembak jatuh oleh rudal Iran di atas Selat Hormuz menelan biaya sekitar USD130 juta atau lebih dari Rp1,8 triliun.

Biaya, termasuk harga dan ongkos operasional drone canggih militer Amerika itu diungkap Fox News, Jumat (21/6/2019) mengutip situs web perusahaan pengembangnya, Northrop Grumman Corp.

Menurut perusahaan tersebut, RQ-4 Global Hawk mampu terbang selama lebih dari 30 jam dan dirancang untuk mengumpulkan data intelijen nyaris real-time menggunakan citra resolusi tinggi.

Pesawat nirawak ini menjalankan misi untuk mendukung operasi militer di Irak, Afghanistan, Afrika Utara, dan wilayah Asia-Pasifik yang lebih luas. Pesawat tipe ini sudah mengumpulkan data intelijen dalam misi lebih dari 250.000 jam terbang.

Menurut pernyataan Angkatan Udara, RQ-4 Global Hawk merupakan salah satu kendaraan udara nirawak paling canggih yang dimiliki militer AS. Pesawat ini memiliki lebar sayap 130,9 kaki dan panjang 47,6 kaki. RQ-4 Global Hawk dapat terbang pada ketinggian maksimum 65.000 kaki.

Biaya drone nirawak tidak mencakup penelitian dan pengembangan.

Pentagon mengonfirmasi bahwa drone itu ditembak jatuh oleh rudal surface-to-air Iran pada hari Kamis dan terbang 17 mil dari perbatasan Iran di wilayah udara internasional.

"Ini adalah serangan tidak beralasan terhadap aset pengawasan AS di wilayah udara internasional," kata Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan.

Presiden Trump mengutuk tindakan Iran dan menyebut insiden itu "langkah yang sangat bodoh."

"Saya pikir mungkin Iran melakukan kesalahan. Saya membayangkan itu adalah seorang jenderal atau seseorang yang membuat kesalahan dalam menembak yang drone," ujar Trump saat pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Oval Office hari Kamis.

Insiden ini meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Pemerintahan Trump telah mengumumkan pengerahan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah. Sedangkan Iran mengumumkan akan memperkaya uranium melebihi level dari apa yang seharusnya dilarang di bawah kesepakatan nuklir Iran 2015.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Berita Terkini
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
27 menit yang lalu
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
2 jam yang lalu
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
11 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved