ASEAN Didesak Serius Atasi Krisis Rohingya

Kamis, 20 Juni 2019 - 11:33 WIB
ASEAN Didesak Serius...
ASEAN Didesak Serius Atasi Krisis Rohingya
A A A
BANGKOK - Sejumlah kelompok hak asasi manusia (HAM) menyeru para pemimpin Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memikirkan kembali pendekatan mereka pada krisis pengungsi Rohingya.

Seruan itu muncul menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Bangkok pekan ini. Myanmar menganggap Rohingya sebagai migran ilegal dari subbenua India dan menempatkan puluhan ribu Rohingya di kamp-kamp di Rakhine sejak kekerasan terjadi pada 2012.

Lebih dari 700.000 Rohingya mengungsi ke Bangladesh pada 2017. Saat ini Bangladesh telah menampung sekitar satu juta Rohingya. Isu Rohingya menjadi tema utama selama empat hari pertemuan ASEAN di Thailand sejak Kamis (20/6). Sejumlah aktivis HAM menyatakan ASEAN tidak boleh terburuburu dalam repatriasi Rohingya ke Myanmar dari Bangladesh sebelum akar masalahnya diselesaikan.

”ASEAN perlu berhenti menutup mata pada kejahatan Myanmar terhadap Rohingya dan menghentikan legitimasi untuk proses repatriasi,” ungkap Eva Sundari, anggota parlemen Indonesia dan anggota dewan Parlemen ASEAN untuk HAM, dilansir Reuters.Para investigator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan operasi militer Myanmar pada 2017 yang memaksa lebih dari 730.000 Rohingya mengungsi ke Bangladesh itu memiliki tujuan genosida. Operasi militer itu juga diwarnai pembunuhan massal, pemerkosaan dan pembakaran desa.

Myanmar menyangkal tuduhan itu dan menyatakan operasi militer itu untuk merespons serangan oleh kelompok pemberontak. Berbagai kelompok HAM menegaskan bahwa kondisi di Rakhine tidak kondusif bagi para pengungsi Rohingya untuk kembali dengan aman.

”ASEAN akan membahas masa depan Rohingya tanpa mengecam atau mengakui kampanye pembersihan etnik oleh militer Myanmar pada mereka,” kata Brad Adams, direktur Asia untuk Human Rights Watch. ”Tidak masuk akal bagi para pemimpin ASEAN untuk membahas repatriasi populasi trauma ke tangan pasukan keamanan yang membunuh, memerkosa dan merampok mereka,” tegas Adams. Malaysia dan Indonesia sangat mengkhawatirkan krisis Rohingya itu. Thailand tahun ini menjadi ketua ASEAN. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Menlu Retno Sebut Myanmar...
Menlu Retno Sebut Myanmar Rumah Bagi Rohingya
Jokowi Akan Bahas Polemik...
Jokowi Akan Bahas Polemik Pengungsi Rohingya dengan Pemimpin Negara ASEAN di Jepang
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
53 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
5 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
6 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved