Situs Pemerintah Selandia Baru Hapus Israel dari Peta Timur Tengah

Selasa, 18 Juni 2019 - 12:03 WIB
Situs Pemerintah Selandia...
Situs Pemerintah Selandia Baru Hapus Israel dari Peta Timur Tengah
A A A
WELLINGTON - Situs web resmi Imigrasi Pemerintah Selandia Baru menerbitkan apa yang mereka sebut sebagai lembar fakta yang di dalamnya mencantumkan peta wilayah di Timur Tengah. Namun, peta wilayah itu tidak mencantumkan negara Israel, melainkan Palestina.

Penerbitan peta itu memicu perdebatan di media sosial. Tak lama kemudian, halaman situs web tersebut dihapus. Namun, screenshot-nya marak beredar di media sosial.

The Israel Institute of New Zealand mendesak penarikan peta Timur Tengah yang menghapus wilayah Israel tersebut.

"Kesalahan yang paling jelas adalah peta yang melabelkan seluruh Israel modern sebagai 'Palestina'," kata direktur institut itu, Ashley Church.

"Ini sangat ofensif dan setara dengan Imigrasi Selandia Baru yang menampilkan peta Inggris yang menghapus Skotlandia dan Wales dan menyebut keseluruhan British Isles (Kepulauan Inggris) sebagai Inggris," lanjut dia, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (18/6/2019).

Lembar fakta yang diterbitkan di situs web itu menawarkan informasi tentang imigran Palestina yang datang Selandia Baru. Tak hanya itu, informasi itu juga mengidentifikasi Yerusalem Timur sebagai "Ibu Kota Negara Palestina".

Bahkan, pada lembaran tersebut terdapat informasi yang mengatakan Israel menyebabkan penindasan secara masif terhadap Palestina selama intifada kedua.

Lebih lanjut, halaman situs web yang telah dihapus itu menyebutkan sanksi ekonomi Israel dan blokadenya terhadap Gaza tanpa disertai penjelasan lebih lanjut.

Israel dan Mesir memang memberlakukan blokade terhadap Gaza untuk mencegah Hamas membawa senjata, roket dan material untuk membangun benteng dan terowongan.

“Menteri Imigrasi kami perlu segera meminta maaf atas gambar yang menyinggung dan mengonfirmasi bahwa itu tidak mencerminkan kebijakan Pemerintah; Imigrasi Selandia Baru perlu mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa situs web tersebut tidak mewakili pandangan Kementerian; dan penyelidikan perlu dilakukan untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dan melakukan tindakan untuk memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi," kata Church.

Pemerintah, khususnya Imigrasi Selandia Baru, belum berkomentar atas penerbitan peta yang memicu kehebohan di media sosial tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Selandia Baru Tetapkan...
Selandia Baru Tetapkan Seluruh Anggota Hamas Entitas Teroris
Menlu Retno Bujuk Menlu...
Menlu Retno Bujuk Menlu Selandia Baru Dukung Palestina Merdeka
Profil Sarang Singa,...
Profil Sarang Singa, Kelompok Baru Pejuang Palestina yang Ditakuti Israel
Ini Alasan Israel Takut...
Ini Alasan Israel Takut pada Kelompok Baru Pejuang Palestina Sarang Singa
Israel Bangun Jalan...
Israel Bangun Jalan Baru The American, Hubungkan Pemukiman Yahudi
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Akan Akui Negara Palestina, Selandia Baru Juga Menyusul
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
8 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
10 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
10 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
12 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
12 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved