China Klaim Bisa Deteksi Jet Tempur Siluman AS, Termasuk F-35

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:41 WIB
China Klaim Bisa Deteksi...
China Klaim Bisa Deteksi Jet Tempur Siluman AS, Termasuk F-35
A A A
BEIJING - China mengaku telah mengembangkan radar peringatan dini maritim di atas cakrawala yang dapat mendeteksi pesawat siluman di luar jangkauan visual. Temuan Beijing ini dinilai berpotensi menjadi malapetaka bagi jet tempur F-22 dan F-35 Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

Liu Yongtan, pemimpin tim untuk proyek radar China, mengatakan kepada media setempat bahwa radar itu memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi dengan gelombang panjang dan balok lebar yang bisa mendeteksi "aset tersembunyi" atau "aset siluman".

Radar, yang dikenal sebagai "garis pertahanan pertama" China itu diklaim kebal terhadap rudal anti-radiasi yang dapat mendeteksi titik asal gelombang elektromagnetik dan mampu menghilangkan target radar.

Liu mengatakan radar canggih itu juga "kebal" dari rudal anti-radiasi, yang melacak titik asal gelombang elektromagnetik.

Media China mengklaim bahwa jaringan radar baru ini menempatkan China di depan militer dunia lainnya.

"Sedangkan untuk saat ini, saya tidak melihat radar pertahanan udara gelombang meter dari luar negeri yang dapat menandingi kriteria radar gelombang meter canggih (seperti yang dimiliki China)," kata Wu Jianqi, salah satu ilmuwan di balik sistem radar baru tersebut, kepada Global Times.

Sementara itu, para pakar Barat berpendapat bahwa jenis radar yang dikembangkan China itu bukan teknologi baru, namun bisa menawarkan pertahanan negara kesempatan untuk melawan aset siluman yang masuk. Para pakar menegaskan ada batasan yang mencegahnya dari ancaman maut pesawat tempur generasi kelima seperti F-35 Lightning II Joint Strike Fighter AS.

"Karena panjang gelombangnya yang sangat panjang, ia dapat mendeteksi benda-benda seperti pesawat tersembunyi," kata Todd Harrison, seorang ahli kedirgantaraan di Pusat Studi Strategis dan Internasional kepada Business Insider, Rabu (12/6/2019).

Kelemahan utama radar seperti itu, kata Harrison, termasuk resolusi rendah dan melacak target secara real-time. "Ini akan memberi tahu Anda ada sesuatu di sana, tetapi Anda tidak dapat menggambarkannya," ujar Harrison. "Radar tidak bisa mendapatkan perbaikan yang cukup akurat pada posisi untuk menargetkannya."

Justin Bronk, seorang pakar tempur udara di Royal United Services Institute (RUSI) mengatakan kepada Business Insider bahwa China dengan radar itu mungkin bisa diberitahu tentang di mana para jet tempur siluman Amerika beroperasi di ruang pertempuran. "Tetapi masih tidak dapat menggunakan sistem radar itu untuk memberi isyarat pada rudal untuk benar-benar membunuh mereka," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Jet Tempur Canggih China...
Jet Tempur Canggih China Berikutnya Kemungkinan F-35 Super
Wow! Jet Tempur Siluman...
Wow! Jet Tempur Siluman China Siap Saingi F-35 Amerika
Sempat Dihentikan, Pentagon...
Sempat Dihentikan, Pentagon Mulai Kirim Jet Tempur F-35
Spanyol Tunda Rencana...
Spanyol Tunda Rencana Pembelian Jet Tempur F-35 dari AS, Ada Apa Gerangan?
Ada Komponen Asal China,...
Ada Komponen Asal China, Pentagon Tangguhkan Pengiriman Jet Tempur F-35
Terungkap, Lebih dari...
Terungkap, Lebih dari 825 Jet Tempur Siluman F-35 AS 'Rasa China'
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
11 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
3 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
5 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
7 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved