Trump: Iran Bangsa Gagal karena Sanksi Luar Biasa AS

Jum'at, 07 Juni 2019 - 11:19 WIB
Trump: Iran Bangsa Gagal...
Trump: Iran Bangsa Gagal karena Sanksi Luar Biasa AS
A A A
CAEN - Iran gagal sebagai negara setelah Washington memberlakukan sanksi yang luar biasa kuat pada tahun lalu. Demikian penilaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump terhadap kondisi negara para Mullah tersebut.

Pemimpin Gedung Putih itu mengatakan hal-hal dapat berubah dengan cepat bila ada pembicaraan dengan para pemimpin di Teheran.

"Ketika saya menjadi presiden, Iran adalah negara yang benar-benar teror. Mereka masih dan tak terbantahkan menjadi juara teror," kata Trump kepada wartawan sebelum mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Caen, Prancis barat.

"Mereka gagal sebagai sebuah bangsa, tetapi saya tidak ingin mereka gagal sebagai sebuah bangsa. Kita dapat membalikkan itu dengan sangat cepat, tetapi sanksi-sanksi itu luar biasa (dalam hal) betapa kuatnya itu," papar Trump, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (7/6/2019).

Macron dan Trump menekankan bahwa mereka tidak ingin Iran memperoleh senjata nuklir. Macron mengatakan Prancis dan AS juga ingin mengurangi program rudal balistik Iran dan mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir kami memiliki tujuan yang sama dengan Iran. Kami memiliki kesepakatan hingga 2025 dan kami ingin melangkah lebih jauh dan memiliki kepastian penuh dalam jangka panjang," kata Macron.

"Untuk membangun kita perlu memulai negosiasi. Kita perlu membuka negosiasi baru," imbuh dia.

Kedua pemimpin berusaha untuk menghindari perselisihan mereka atas perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, di mana AS telah keluar secara sepihak tahun lalu. Negara-negara Eropa yang terikat dalam perjanjian itu masih berupaya mempertahankannya.

Trump telah mengutuk perjanjian nuklir itu—yang ditandatangani oleh pendahulunya; Barack Obama— sebagai perjanjian cacat karena tidak permanen dan tidak mencakup program rudal balistik Iran atau perannya dalam konflik di Timur Tengah. Dia telah meminta Iran untuk datang ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan baru.

"Saya mengerti mereka ingin bicara dan itu baik-baik saja, kita akan bicara," kata Trump tentang Iran. "Satu hal yang tidak bisa mereka miliki adalah senjata nuklir," imbuh dia.

Ketegangan Tinggi


Awal pekan ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Teheran akan terus menentang tekanan ekonomi dan politik AS dan tidak tertipu oleh tawaran negosiasi Trump.

"Berdiri dan menolak tuntutan berlebihan musuh dan intimidasi adalah satu-satunya cara untuk menghentikannya," katanya, tanpa menyebut nama Amerika Serikat.

Ketegangan antara Iran dan AS telah melonjak pada bulan lalu, ketika AS mengirim kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke wilayah Timur Tengah setelah laporan intelijen Washington menyebut Iran berencana menyerang pasukan AS dan kepentingannya di Timur Tengah.

AS juga menyalahkan Iran atas serangan terhadap empat kapal tanker minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab bulan lalu. Namun, tudingan itu tanpa disertai bukti.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Tuding Iran Buat Senjata...
Tuding Iran Buat Senjata Nuklir, Prancis Desak Perjanjian Nuklir Dihidupkan Kembali
Berita Terkini
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
35 menit yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
1 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
1 jam yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
2 jam yang lalu
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
2 jam yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved