Kremlin: AS Belum Siap Gelar Pembicaraan Dengan Rusia
Selasa, 04 Juni 2019 - 03:53 WIB
Kremlin: AS Belum Siap Gelar Pembicaraan Dengan Rusia
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak siap untuk memajukan dialog dengan Rusia. Namun, dia menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin berpengalaman dan cukup sabar untuk menangani situasi ini.
"Sayangnya, sekarang kita melihat bahwa mereka (AS) tidak siap untuk maju sama sekali. Tetapi Putin cukup berpengalaman dan cukup sabar sebagai presiden dari negara yang cukup sabar," kata Peskov, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (4/6).
Dia menekankan bahwa sejak awal masa jabatan Presiden AS, Donald Trump, Putin menekankan kesiapannya untuk memperbaiki hubungan dan untuk "memperbaiki" kerusakan yang telah dilakukan mantan Presiden AS, Barack Obama terhadap hubungan Rusia-AS.
"Sejak awal Presiden Putin menegaskan bahwa kami siap untuk terus maju sejauh dan setinggi yang siap dilakukan rekan Amerika kami," ungkapnya.
Peskov menjelaskan bahwa Rusia dan AS memiliki banyak masalah strategis dalam agenda yang hanya dapat diselesaikan di tingkat tertinggi dan tidak adanya pertemuan antara presiden kedua negara bertentangan dengan kepentingan nasional Rusia dan AS.
"Kami melihat banyak pertanyaan strategis dalam agenda yang harus ditangani pada tingkat dua presiden. Tidak ada cara untuk masalah ini diselesaikan pada tingkat yang lebih rendah. Banyak pertanyaan yang harus didiskusikan di tingkat presiden datang dari Washington," ucap Peskov.
Dia kemudian mencatat bahwa masalah-masalah itu hanya mengendap saja, karena tidak adanya dialog di tingkat tertinggi. "Oleh karena itu, bahwa tidak saling bertemu adalah tidak logis dan itu bertentangan dengan kepentingan nasional kedua negara kita," tukasnya.
"Sayangnya, sekarang kita melihat bahwa mereka (AS) tidak siap untuk maju sama sekali. Tetapi Putin cukup berpengalaman dan cukup sabar sebagai presiden dari negara yang cukup sabar," kata Peskov, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (4/6).
Dia menekankan bahwa sejak awal masa jabatan Presiden AS, Donald Trump, Putin menekankan kesiapannya untuk memperbaiki hubungan dan untuk "memperbaiki" kerusakan yang telah dilakukan mantan Presiden AS, Barack Obama terhadap hubungan Rusia-AS.
"Sejak awal Presiden Putin menegaskan bahwa kami siap untuk terus maju sejauh dan setinggi yang siap dilakukan rekan Amerika kami," ungkapnya.
Peskov menjelaskan bahwa Rusia dan AS memiliki banyak masalah strategis dalam agenda yang hanya dapat diselesaikan di tingkat tertinggi dan tidak adanya pertemuan antara presiden kedua negara bertentangan dengan kepentingan nasional Rusia dan AS.
"Kami melihat banyak pertanyaan strategis dalam agenda yang harus ditangani pada tingkat dua presiden. Tidak ada cara untuk masalah ini diselesaikan pada tingkat yang lebih rendah. Banyak pertanyaan yang harus didiskusikan di tingkat presiden datang dari Washington," ucap Peskov.
Dia kemudian mencatat bahwa masalah-masalah itu hanya mengendap saja, karena tidak adanya dialog di tingkat tertinggi. "Oleh karena itu, bahwa tidak saling bertemu adalah tidak logis dan itu bertentangan dengan kepentingan nasional kedua negara kita," tukasnya.
(esn)