Putin Disebut Menolak Memasok S-400 ke Iran, Ini Jawaban Kremlin
Sabtu, 01 Juni 2019 - 02:01 WIB
Putin Disebut Menolak Memasok S-400 ke Iran, Ini Jawaban Kremlin
A
A
A
MOSKOW - Kremlin angkat bicara setelah media Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Presiden Vladimir Putin menolak permintaan Iran untuk memasok sistem pertahanan rudal S-400. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meragukan laporan itu.
Media AS, Bloomberg, pada hari Kamis melaporkan bahwa Teheran mengajukan pembelian senjata pertahanan canggih Rusia tersebut. Laporan yang mengutip sumber Rusia itu menyatakan bahwa permintaan ditolak Putin dengan alasan akan menambah ketegangan di Timur Tengah.
"Saya tidak memiliki informasi seperti itu," kata Peskov kepada wartawan, pada hari Jumat. Dia meminta verifikasi yang cermat atas laporan-laporan semacam itu.
"Kita harus sangat berhati-hati tentang informasi," kata Peskov. (Baca: Iran Minta Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia, tapi Ditolak Putin )
Kantor berita Sputnik, mengutip sumber pemerintah Rusia, melaporkan bahwa Teheran dan Moskow saat ini tidak membahas pasokan sistem pertahanan rudal S-400 ke Iran.
Laporan Bloomberg muncul setelah ketegangan AS-Iran memanas awal bulan ini, ketika Washington memberlakukan sanksi tambahan pada Teheran dan mengirim Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln, sejumlah pesawat pengebom B-52 dan rudal pencegat Patriot ke Timur Tengah. Sanksi diberlakukan setelah Presiden Donald Trump pada tahun lalu menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, Jerman dan China.
AS menggambarkan langkah pengerahan peralatan perang itu sebagai upaya untuk menanggapi ancaman yang berasal dari Iran. Menurut intelijen AS, militer Teheran dan proksinya merencanakan serangan terhadap pasukan dan kepentingan AS di Timur Tengah.
Namun, Iran membantah tuduhan itu dan menganggapnya sebagai informasi intelijen palsu. Teheran telah memberikan waktu 60 hari kepada lima penandatangan perjanjian nuklir yang tersisa untuk menjamin perlindungan kepentingan Iran. Jika tidak, Teheran akan melanjutkan pengayaan uranium di tingkat yang lebih tinggi.
Media AS, Bloomberg, pada hari Kamis melaporkan bahwa Teheran mengajukan pembelian senjata pertahanan canggih Rusia tersebut. Laporan yang mengutip sumber Rusia itu menyatakan bahwa permintaan ditolak Putin dengan alasan akan menambah ketegangan di Timur Tengah.
"Saya tidak memiliki informasi seperti itu," kata Peskov kepada wartawan, pada hari Jumat. Dia meminta verifikasi yang cermat atas laporan-laporan semacam itu.
"Kita harus sangat berhati-hati tentang informasi," kata Peskov. (Baca: Iran Minta Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia, tapi Ditolak Putin )
Kantor berita Sputnik, mengutip sumber pemerintah Rusia, melaporkan bahwa Teheran dan Moskow saat ini tidak membahas pasokan sistem pertahanan rudal S-400 ke Iran.
Laporan Bloomberg muncul setelah ketegangan AS-Iran memanas awal bulan ini, ketika Washington memberlakukan sanksi tambahan pada Teheran dan mengirim Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln, sejumlah pesawat pengebom B-52 dan rudal pencegat Patriot ke Timur Tengah. Sanksi diberlakukan setelah Presiden Donald Trump pada tahun lalu menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, Jerman dan China.
AS menggambarkan langkah pengerahan peralatan perang itu sebagai upaya untuk menanggapi ancaman yang berasal dari Iran. Menurut intelijen AS, militer Teheran dan proksinya merencanakan serangan terhadap pasukan dan kepentingan AS di Timur Tengah.
Namun, Iran membantah tuduhan itu dan menganggapnya sebagai informasi intelijen palsu. Teheran telah memberikan waktu 60 hari kepada lima penandatangan perjanjian nuklir yang tersisa untuk menjamin perlindungan kepentingan Iran. Jika tidak, Teheran akan melanjutkan pengayaan uranium di tingkat yang lebih tinggi.
(mas)