Pentagon Sebut Rencana Turki Beli Rudal Rusia 'Menghancurkan'

Jum'at, 31 Mei 2019 - 12:46 WIB
Pentagon Sebut Rencana...
Pentagon Sebut Rencana Turki Beli Rudal Rusia 'Menghancurkan'
A A A
WASHINGTON - Seorang pejabat tinggi Pentagon mengatakan bahwa konsekuensinya akan sangat dahsyat bagi Turki jika negara itu meneruskan niatnya membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Dampaknya akan menghancurkan program pengadaan bersama pesawat tempur F-35 dan kerja sama dengan NATO.

Penjabat Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional, Kathryn Wheelbarger mengatakan, rencana pembelian sistem rudal S-400 Ankara akan merusak kemampuan Turki untuk bekerja sama dengan aliansi Barat, dan memaksa Washington untuk menghantam negara itu dengan sanksi.

"Penyelesaian transaksi ini akan menghancurkan, tidak hanya untuk program F-35, di mana Barat telah menempatkan kemampuan udara terintegrasi modernnya, tetapi juga berpotensi memecah interoperabilitas Turki dengan NATO, aspek kunci dari pertahanan aliansi," ujar Wheelbarger pada audiensi di Dewan Atlantik di Washington.

"Mari kita perjelas. S-400 adalah sistem Rusia yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat seperti F-35, dan tidak dapat dibayangkan membayangkan Rusia tidak memanfaatkan mengumpulkan peluang untuk itu," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (31/5/219).

Wheelbarger mengatakan AS meyakini jika Turki sedang mengejar kesepakatan untuk mendapatkan dukungan Rusia terhadap pemberontak Kurdi di sepanjang perbatasannya dengan Suriah.

Tetapi ia memperingatkan Ankara bahwa Rusia bukan mitra yang dapat diandalkan dalam jangka panjang, tidak mendukung penjualan militernya dengan pemeliharaan dan dukungan lain, serta hanya berusaha merusak kohesi NATO.

"Begitu Anda memperkenalkan sistem Rusia, itu benar-benar merusak kemampuan kami untuk terus membantu mereka mempertahankan diri," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemerintahan Trump, bahkan jika tidak ingin menghukum Turki untuk pembelian, dapat dipaksa untuk melakukannya oleh Kongres yang tidak simpatik ke Ankara.

"Jika kita tidak melakukan sanksi, kata mereka, mereka hanya akan mengesahkan undang-undang lain dan membuat kita melakukannya," ucapnya, merujuk pada legislatif AS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menolak tekanan AS, menyebut pembelian sistem rudal S-400 itu kesepakatan yang telah dilakukan.

Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, pekan lalu mengatakan bahwa Turki telah mengirim personil ke Rusia untuk pelatihan.

Pada hari Rabu Presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Erdogan, di mana mereka membahas pembelian S-400, kata kantor Erdogan.

Kantor itu mengatakan mereka membahas tawaran Erdogan sebelumnya untuk membentuk "kelompok kerja bersama" pada sistem rudal.
(ian)
Berita Terkait
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Moskow Larang Turki...
Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
45 menit yang lalu
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
1 jam yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
2 jam yang lalu
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
2 jam yang lalu
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
3 jam yang lalu
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
4 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved