Dewan Keamanan Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS

Jum'at, 24 Mei 2019 - 02:17 WIB
Dewan Keamanan Iran:...
Dewan Keamanan Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS
A A A
TEHERAN - Iran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dalam keadaan apa pun sementara hak-hak republik Islam tidak dihormati. Hal itu ditegaskan juru bicara Dewan Keamanan Nasional Iran.

"Kami telah mengatakan dengan jelas, selama hak-hak bangsa kami tidak terpenuhi, selama kata-kata tidak berubah menjadi tindakan, jalan kami akan tetap sama seperti sekarang," kata Keyvan Khosravi.

"Tidak akan ada pembicaraan dalam kondisi apa pun," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/5/2019).

Khosravi mengatakan ada peningkatan dalam delegasi resmi yang melakukan perjalanan ke Teheran dari berbagai warga negara, meskipun kebanyakan dari mereka datang atas nama Amerika.

Pernyataan itu tampaknya merujuk pada kunjungan Menteri Luar Negeri Oman Yusef Bin Alavi tiba di Teheran pada hari Senin lalu dan kemudian diikuti oleh direktur politik Kementerian Luar Negeri Jerman Jens Plotner pada hari Kamis ini.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bersedia melakukan perundingan dengan Iran ketika pihak Teheran siap.

Pemerintahan Trump baru-baru ini meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan sanksi dan penumpukan militer di dekat perairan teritorial Iran. AS dan sekutunya mulai meningkatkan patroli keamanan maritim di perairan internasional Teluk Persia minggu ini setelah Washington meningkatkan kekuatan Armada Kelima.

Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln sudah dikerahkan ke Teluk Persia dan pesawat-pesawat pengebom B-52 sudah berpatroli di kawasan itu dalam satu langkah untuk mengirim pesan ancaman kepada Teheran.

Ketegangan di kawasan itu memanas setelah AS mulai menumpuk kekuatan militernya di Timur Tengah dengan dalih Iran sudah merencanakan akan menyerang pasukan Washington dan kepentingannnya di Timur Tengah. Tuduhan itu bersumber dari intelijen AS. Namun, Iran menepisnya dan mengecam tuduhan itu sebagai informasi intelijen palsu seperti yang pernah dilakukan terhadap Irak menjelang invasi tahun 2003.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
53 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved