Komandan IRGC: AS Tidak Akan Berani Serang Iran

Kamis, 23 Mei 2019 - 04:52 WIB
Komandan IRGC: AS Tidak...
Komandan IRGC: AS Tidak Akan Berani Serang Iran
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tidak akan berani menyerang Iran karena semangat perlawanan. Hal itu diucapkan oleh seorang komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Jika penjahat Amerika dan sekutu Barat serta regionalnya tidak berani melakukan serangan militer berhadap-hadapan terhadap negara kita, itu karena semangat perlawanan dan pengorbanan rakyat serta pemuda," kata Mayor Jenderal Gholamali Rashid, menurut kantor berita semi-resmi Iran Fars yang dilansir Reuters, Kamis (22/5/2019).

Komandan IRGC lainnya mengatakan pasukan elit dan unit militer Iran reguler memiliki kendali penuh atas perairan Teluk di utara Selat Hormuz.

"Segala sesuatu di utara Selat Hormuz berada di bawah kendali kami," ujar Ali Fadavi yang dikutip Fars, merujuk pada selat di ujung tenggara Teluk di mana sekitar seperlima dari minyak yang dikonsumsi mengalir secara global.

"(Pergerakan) kapal perang Amerika di wilayah itu berada di bawah kendali penuh tentara Iran dan Garda Revolusi," sambung Fadavi, tanpa memberikan penjelasan lebih rinci.

Sementara itu, dalam pesan Twitter yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, seorang penasihat Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pengerahan militer AS ke wilayah tersebut merupakan provokasi yang disengaja.

“Kamu @SecPompeo tidak membawa kapal perang ke wilayah kami dan menyebutnya pencegahan. Itu disebut provokasi. Ini memaksa Iran untuk menggambarkan pencegahannya sendiri, yang Anda sebut provokasi. Anda melihat siklusnya?” kata Hesameddin Ashena, dalam tweet berbahasa Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, militer AS mengatakan akan terus terbang dan berlayar di mana pun hukum internasional diizinkan.

"Kami siap dengan sekutu dan mitra kami untuk memastikan kebebasan navigasi dan arus perdagangan bebas di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Sentral AS," kata Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS.

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mentweet: "Jika Iran ingin berperang, itu akan menjadi akhir resmi Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!”

Ketegangan meningkat antara Iran dan AS setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah, termasuk kapal induk, pembom B-52 dan rudal Patriot, dalam unjuk kekuatan terhadap apa yang dikatakan pejabat AS sebagai ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di wilayah tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
3 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
4 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved