Pelesetkan Ramadhan Jadi 'Haramdhan', Blogger Swedia Diancam Dibunuh

Selasa, 21 Mei 2019 - 16:20 WIB
Pelesetkan Ramadhan...
Pelesetkan Ramadhan Jadi 'Haramdhan', Blogger Swedia Diancam Dibunuh
A A A
STOCKHOLM - Seorang blogger Swedia membuat lelucon dengan memelesetkan kata Ramadhan menjadi "Haramdhan" yang disertai ajakan memakan daging babi dan minum alkohol setiap hari selama bulan suci. Candaan itu membuatnya mendapat ancaman pembunuhan yang membuatnya takut keluar rumah.

Pelesetan "Haramdhan" oleh pria dengan nama pendek Fredrik itu dibuat belum lama ini. Kata pelesetan itu mengacu pada istilah "haram", yang maknanya tidak boleh dikerjakan oleh umat Islam.

"Baru-baru ini saya mendengar Ramadhan. Ini berlangsung selama sebulan penuh dan melibatkan puasa. Saya punya ide. Kami akan melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Alquran. Kami akan makan daging babi setiap hari hingga 4 Juli. Kami akan minum minuman keras setiap hari hingga 4 Juli dan lakukan hal-hal lain yang dilarang. Pesta ini akan kita sebut 'Haramadhan'. Bersorak-sorai!," tulis blogger tersebut seperti dikutip kantor berita Samhällsnytt.

Lelucon itu menjadi viral setelah dikutip oleh beberapa akun media sosial yang populer. Halaman Instagram Fredrik dipenuhi ratusan komentar kebencian dari para Muslim Swedia. Dia juga mendapat penghinaan hingga ancaman pembunuhan.

Setelah mendapat ancaman tersebut, Fredrik mengaku akan lebih waspada. "Saya bahkan tidak berani keluar lagi. Saya takut dipukuli oleh seorang imigran. Lebih banyak orang perlu tahu bagaimana wajah Swedia hari ini. Anda tidak boleh dilecehkan dan diancam hanya karena lelucon Anda tentang perayaan," kata Fredrik kepada Samhällsnytt, yang dikutip Selasa (21/5/2019).

Meski demikian, ada beberapa warga Swedia yang menunjukkan dukungannya kepada Fredrik dan idenya tentang "Haramadhan".

"Haramadhan (atau pun pesta yang melibatkan segala sesuatu yang bukan Kristen) adalah perayaan yang sebagian besar orang Swedia jalani karena kami telah menolak agama kami demi sesuatu yang sangat pribadi. Kami menginginkan hal yang sama untuk pendatang baru kami yang agak terlalu keras," bunyi tweet salah satu pendukung blogger tersebut.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dari kalender Islam, yang dijalani oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bulan puasa. Selama Ramadhan, umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam dengan menahan diri dari makanan, minuman, merokok, hubungan seksual, dan perilaku berdosa.

Persentase Muslim telah meningkat di Swedia, dari hanya 500 orang pada tahun 1953 menjadi lebih dari 8 persen dari populasi Swedia 10 juta jiwa. Data ini berasal dari Pew Research 2017.
(mas)
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun...
Peringatan 50 Tahun Tahta Raja Swedia Carl Gustaf
Kota di Swedia Berencana...
Kota di Swedia Berencana Dirikan 'Masjid Paling Utara di Dunia'
Tersangka Meninggal,...
Tersangka Meninggal, Jaksa Hentikan Penyelidikan Pembunuhan PM Swedia
Dewan Kristen Swedia...
Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Al Quran
Alumni Swedia Gaungkan...
Alumni Swedia Gaungkan Kolaborasi Fashion Berkelanjutan
Alquran Dibakar Kerusuhan...
Alquran Dibakar Kerusuhan Besar Pecah di Swedia
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
50 menit yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
2 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
3 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
4 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
9 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved