Trump Nyatakan Darurat Nasional Atas Ancaman Telekomunikasi

Kamis, 16 Mei 2019 - 11:18 WIB
Trump Nyatakan Darurat...
Trump Nyatakan Darurat Nasional Atas Ancaman Telekomunikasi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan darurat nasional untuk melindungi jaringan komputer AS dari "musuh asing." Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara efektif melarang perusahaan AS menggunakan telekomunikasi asing yang diyakini menimbulkan risiko keamanan nasional.

"Perintah Presiden Trump bertujuan untuk melindungi Amerika dari musuh asing yang secara aktif dan semakin membuat serta mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur dan layanan teknologi informasi dan komunikasi," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

"Perintah ini memberi Menteri Perdagangan kekuatan untuk melarang transaksi yang menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional," pernyataan itu menambahkan seperti dikutip dari BBC, Kamis (16/5/2019).

Langkah itu langsung disambut oleh Ketua Komisi Komunikasi Federal Ajit Pai, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu adalah langkah signifikan menuju mengamankan jaringan Amerika.

Perintah tersebut tidak menyebutkan nama perusahaan mana pun, tetapi diyakini menargetkan Huawei.

AS telah membatasi badan-badan federalnya untuk menggunakan produk-produk Huawei dan telah mendorong sekutu untuk menghindarinya.

Beberapa negara, yang dipimpin oleh AS, telah menimbulkan kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir bahwa produk Huawei dapat digunakan oleh China untuk mata-mata. Untuk sementara baru Australia dan Selandia Baru sama-sama memblokir penggunaan Huawei dalam jaringan mobile 5G generasi berikutnya.

Sementara itu dalam sebuah langkah terpisah, departemen perdagangan AS telah menambahkan Huawei ke "daftar entitas" - sebuah langkah yang melarang perusahaan memperoleh teknologi dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Huawei telah menjadi pusat dari perebutan kekuasaan AS-Cina yang telah mendominasi politik global selama setahun terakhir.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
China Terapkan Sanksi...
China Terapkan Sanksi pada Para Pejabat Amerika Serikat
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved