Pompeo Ungkap Rudal Milisi Pro-Iran Dekati Pasukan AS di Irak

Kamis, 16 Mei 2019 - 05:53 WIB
Pompeo Ungkap Rudal...
Pompeo Ungkap Rudal Milisi Pro-Iran Dekati Pasukan AS di Irak
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo mengungkap bahwa rudal-rudal milisi Syiah pro-Iran telah dipindahkan ke dekat pangkalan militer Irak yang menampung pasukan Washington. Informasi dari intelijen Washington itu diungkap Pompeo kepada para pejabat Irak saat kunjungan mendadak ke Baghdad bulan ini.

Dua sumber keamanan Irak kepada Reuters mengonfirmasi materi yang disampaikan Pompeo itu. Apa yang dilakukan Menlu Amerika itu juga untuk menekan Baghdad agar menindak milisi yang membahayakan pasukan Washington.

Jika Baghdad tidak bertindak, lanjut salah satu sumber tersebut, AS akan merespons dengan paksa. Laporan Reuters yang dilansir Kamis (16/5/2019) itu muncul hampir bersamaan dengan perintah Pemerintah Donald Trump kepada para staf non-darurat agar meninggalkan Kedutaan Besar AS di Baghdad.

"Pesan dari Amerika jelas. Mereka menginginkan jaminan bahwa Irak akan menghentikan kelompok-kelompok (milisi) yang mengancam kepentingan AS," kata sumber senior militer Irak yang mengetahui kunjungan Pompeo.

"Mereka mengatakan jika AS diserang di tanah Irak, (mereka) itu akan mengambil tindakan untuk mempertahankan diri tanpa berkoordinasi dengan Baghdad."

Departemen Luar Negeri AS menolak untuk mengomentari rincian diskusi Pompeo dengan para pejabat Irak.

Sumber keamanan kedua Irak mengatakan, "Komunikasi yang disadap oleh Amerika menunjukkan beberapa kelompok milisi dipekerjakan kembali untuk mengambil posisi yang mencurigakan, yang dianggap sebagai provokasi oleh Amerika."

Dia mengatakan Irak diberitahu bahwa ancaman dari kelompok milisi itu akan ditangani secara langsung oleh Amerika dengan kekuatan.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada hari Selasa mengatakan bahwa pihaknya tidak mengamati gerakan yang menjadi ancaman bagi pihak mana pun. "Kami mengklarifikasi ke Amerika bahwa pemerintah melakukan tugasnya untuk melindungi semua pihak," katanya.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat awal bulan ini ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan sanksi yang merusak ekonomi negara para Mullah tersebut.

Sekadar diketahui, di Irak memang ada kelompok paramiliter yang menjadi bagian dari pasukan keamanan Irak. Namun, mereka beroperasi secara semi-independen dan didukung oleh politisi sekutu Iran.

Juru bicara untuk dua kelompok paramiliter yang didukung Iran mengatakan tidak ada rencana untuk menargetkan pasukan AS. Menurut mereka, pembicaraan tentang ancaman itu hanya "perang psikologis" yang dikobarkan oleh Washington.

Amerika Serikat mengatakan Iran adalah ancaman terbesar bagi perdamaian di kawasan itu. Washington ingin melemahkan paramiliter yang telah memperluas kekuasaannya atas tanah yang membentang ke Suriah dan Lebanon, dan agar Irak mengurangi ketergantungan pada ekspor gas Iran.

Iran melihat Irak sebagai penghubung penting ke dunia dalam menghadapi sanksi AS. Para analis mengatakan posisi pasukan dan roket milisi pro-Iran menunjukkan Teheran siap setidaknya untuk mengancam Amerika Serikat dengan kekerasan.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
9 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
10 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
12 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved