Israel Balas Tembakan 220 Roket Gaza, Bayi Palestina Tewas
Minggu, 05 Mei 2019 - 00:58 WIB
Israel Balas Tembakan 220 Roket Gaza, Bayi Palestina Tewas
A
A
A
GAZA - Dua warga Palestina, termasuk bayi berumur satu tahun, tewas oleh serangan udara Israel pada Sabtu petang. Serangan militer Zionis ini sebagai balasan atas tembakan sekitar 220 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan dua korban tewas terbaru akibat serangan militer Zionis adalah pria berusia 22 tahun dan bayi berumur satu tahun. Beberapa warga lainnya juga teruka.
"Empat warga Palestina terluka dalam serangan udara Israel di sekitar kota Beit Hanoun di utara Jalur Gaza," kata juru bicara kementerian tersebut, Ashraf al-Qidra, seperti dikutip RIA Novosti, Minggu (5/5/2019).
Di pihak Israel, seorang wanita berusia 80 tahun terluka parah dalam serangan roket di kota Kiryat Gat. Di Ashkelon, seorang pria 49 tahun juga terluka akibat terkena pecahan amunisi.
Militer Israel mengonfirmasi ada sekitar 220 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan negara tersebut. Puluhan di antaranya diintersepsi oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyalahkan kelompok Jihad Islam Palestina dan kelompok-kelompok militan Hamas atas serangan ratusan roket tersebut. IDF mengklaim menghancurkan sekitar 70 target, termasuk pos-pos militer Hamas dan terowongan yang digunakan militan Jihad Islam untuk menyeberang ke wilayah Israel.
Aksi saling serang antara kelompok militan Gaza dan militer Israel ini merupakan buntut dari konflik hari Jumat, di mana Israel membunuh tiga warga Palestina di Gaza setelah dua tentaranya terluka oleh tembakan sniper di wilayah perbatasan Gaza-Israel.
Tiga warga Palestina yang dibunuh militer Zionis pada hari Jumat adalah Abdullah Abu Mallouh, 33 dan Alaa al-Bubli, 29, melalui serangan udara. Sedangkan satu warga lainnya, Raid Abu Teer, 19, ditembak mati tentara IDF.
Kelompok Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza mengklaim dari beberapa korban tewas akibat serangan IDF, dua di antaranya merupakan anggotanya.
"Hamas akan terus menanggapi kejahatan pendudukan dan tidak akan membiarkannya menumpahkan darah rakyat kita," kata juru bicara Hamas, Abdel-Latif al-Qanoua, dalam sebuah pernyataan.
Sorang sumber di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dikutip Reuters, mengatakan para kepala keamanan negara itu telah dipanggil pada hari Sabtu untuk membahas situasi tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan dua korban tewas terbaru akibat serangan militer Zionis adalah pria berusia 22 tahun dan bayi berumur satu tahun. Beberapa warga lainnya juga teruka.
"Empat warga Palestina terluka dalam serangan udara Israel di sekitar kota Beit Hanoun di utara Jalur Gaza," kata juru bicara kementerian tersebut, Ashraf al-Qidra, seperti dikutip RIA Novosti, Minggu (5/5/2019).
Di pihak Israel, seorang wanita berusia 80 tahun terluka parah dalam serangan roket di kota Kiryat Gat. Di Ashkelon, seorang pria 49 tahun juga terluka akibat terkena pecahan amunisi.
Militer Israel mengonfirmasi ada sekitar 220 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan negara tersebut. Puluhan di antaranya diintersepsi oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyalahkan kelompok Jihad Islam Palestina dan kelompok-kelompok militan Hamas atas serangan ratusan roket tersebut. IDF mengklaim menghancurkan sekitar 70 target, termasuk pos-pos militer Hamas dan terowongan yang digunakan militan Jihad Islam untuk menyeberang ke wilayah Israel.
Aksi saling serang antara kelompok militan Gaza dan militer Israel ini merupakan buntut dari konflik hari Jumat, di mana Israel membunuh tiga warga Palestina di Gaza setelah dua tentaranya terluka oleh tembakan sniper di wilayah perbatasan Gaza-Israel.
Tiga warga Palestina yang dibunuh militer Zionis pada hari Jumat adalah Abdullah Abu Mallouh, 33 dan Alaa al-Bubli, 29, melalui serangan udara. Sedangkan satu warga lainnya, Raid Abu Teer, 19, ditembak mati tentara IDF.
Kelompok Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza mengklaim dari beberapa korban tewas akibat serangan IDF, dua di antaranya merupakan anggotanya.
"Hamas akan terus menanggapi kejahatan pendudukan dan tidak akan membiarkannya menumpahkan darah rakyat kita," kata juru bicara Hamas, Abdel-Latif al-Qanoua, dalam sebuah pernyataan.
Sorang sumber di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dikutip Reuters, mengatakan para kepala keamanan negara itu telah dipanggil pada hari Sabtu untuk membahas situasi tersebut.
(mas)