Ganti yang Rusak, Rusia Kirim Puluhan Rudal untuk S-400 ke China

Rabu, 01 Mei 2019 - 04:12 WIB
Ganti yang Rusak, Rusia...
Ganti yang Rusak, Rusia Kirim Puluhan Rudal untuk S-400 ke China
A A A
MOSKOW - Rusia dilaporkan telah mengirim puluhan rudal baru untuk sistem pertahanan rudal S-400 Triumf ke China. Pengiriman itu sebagai pengganti misil-misil yang rusak akibat diterjang badai saat diangkut dengan kapal kargo Moskow di Selat Inggris pada Desember 2017.

"Pada awal April, puluhan rudal baru S-400 dikirim dengan transportasi laut dari Baltik ke China untuk menggantikan yang rusak dalam badai di Selat Inggris," kata sumber diplomatik militer Moskow kepada kantor berita TASS, Selasa (30/4/2019).

Kantor pers eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, menolak mengomentari laporan tesebut.

Menurut sumber-sumber Rusia, kapal kargo pembawa 40NGE—varian rudal pencegat untuk sistem pertahanan S-400—terpaksa kembali ke pelabuhan Rusia setelah misil-misil itu rusak ketika diterjang badai. Misil-misil dari sistem S-400 diklaim mampu menembak target dalam jarak hingga 400 kilometer.

Rusia pertama kali merilis rincian 40N6E selama Forum Angkatan Darat 2018 pada bulan Agustus. Dirancang dan dikembangkan oleh pembuat rudal Rusia; MKB Fakel, 40N6E akan diproduksi secara serial oleh MMZ Avangard yang berbasis di Moskow. Ketinggian maksimum rudal untuk intersepsi target adalah sekitar 30 kilometer.

Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF) China berencana untuk mengakuisisi dua resimen S-400 dengan total biaya akuisisi diperkirakan sekitar USD3 miliar.

Baterai standar S-400 terdiri dari empat transporter erector launchers (TELs) dengan empat tabung peluncuran besar atau 16 tabung lebih kecil (atau kombinasi keduanya) per TEL, di samping akuisisi dan keterlibatan target radar pengawasan jarak jauh sistem radar dan pos komando (kendaraan).

Di militer Rusia, dua baterai membentuk batalion S-400 (juga dikenal sebagai divisi S-400), sedangkan resimen S-400 terdiri dari dua batalion.

Setiap TEL dapat membawa empat rudal jarak jauh dan 16 rudal jarak pendek dan menengah. Resimen S-400 juga memiliki pengawasan tambahan dan radar target akuisisi, dengan unit umumnya terhubung ke stasiun radar jarak jauh yang lebih besar atau sistem peringatan dini udara.

Rusia telah melatih personel PLARF tentang sistem pertahanan udara S-400 pada 2018 dan sepanjang 2019. China sendiri merupakan negara pembeli pertama S-400 pada 2014.
(mas)
Berita Terkait
India dan Rusia Bahas...
India dan Rusia Bahas Pasokan S-400
Konflik dengan China,...
Konflik dengan China, India Desak Rusia Percepat Pasokan S-400
Rudal China Ini Disebut...
Rudal China Ini Disebut Lawan Sepadan S-400 Rusia
India Bentrok dengan...
India Bentrok dengan China, Rusia Percepat Pengiriman S-400 ke New Delhi
Ribut dengan AS, China...
Ribut dengan AS, China Kembali Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia
Mampukah S-400 Rusia...
Mampukah S-400 Rusia di China Rontokkan Rudal AS di Taiwan?
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
50 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
5 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
6 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved