India Bentrok dengan China, Rusia Percepat Pengiriman S-400 ke New Delhi

Rabu, 24 Juni 2020 - 02:38 WIB
loading...
India Bentrok dengan...
Sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin
A A A
NEW DELHI - Rusia setuju mempercepat proses pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 yang telah dibeli India . New Delhi mendesak proses pengiriman dipercepat setelah terlibat bentrok mematikan di perbatasan dengan Beijing.

New Delhi dan Moskow pada 2018 menandatangani kontrak jual belilima unit sistem pertahanan rudal canggih itu senilai lebih dari USD12 miliar.

Kesanggupan Moskow mempercepat proses pengiriman senjata pertahanan itu disampaikan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada hari Selasa. Menurutnya, kontrak yang sedang berlangsung akan dipertahankan dan dalam beberapa kasus dipercepat. (Baca: China dan India Sama-sama Tak Takut Perang, Konflik Makin Memanas )

Menteri Singh telah membahas pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov dan beberapa pejabat tinggi negara beruang putih itu pada hari pertama kunjungan resmi tiga hari ke Moskow.

"Diskusi saya dengan Wakil Perdana Menteri Yury Borisov sangat positif dan produktif. Saya telah diyakinkan bahwa kontrak yang sedang berlangsung akan dipertahankan dan tidak hanya dipertahankan, dalam sejumlah kasus akan diteruskan dalam waktu yang lebih singkat," kata Singh, seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (24/6/2020).

Menteri yang sepenuhnya puas dengan diskusi itu menekankan bahwa semua proposal yang diajukan oleh pihak India telah menerima tanggapan positif dari pihak Rusia.

Sebelumnya, sumber di Kementerian Pertahanan India yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan New Delhi telah mendesak Moskow untuk mempercepat pengiriman sistem rudal pertahanan S-400.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved