Koalisi Pimpinan-AS Bunuh 1.600 Warga Sipil di Raqqa

Jum'at, 26 April 2019 - 11:34 WIB
Koalisi Pimpinan-AS...
Koalisi Pimpinan-AS Bunuh 1.600 Warga Sipil di Raqqa
A A A
DAMASKUS - Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil di kota Raqqa, Suriah utara, selama pengeboman selama berbulan-bulan untuk membebaskan kota itu dari kelompok ISIS. Angka ini ratusan lebih banyak dari jumlah yang diklaim oleh koalisi pimpinan AS selama empat tahun kampanye melawan ISIS.

Amnesty International (AI) dan kelompok pengawas yang berbasis di London, Airwars, mengatakan jumlah korban itu muncul setelah penyelidikan paling komprehensif terhadap kematian warga sipil dalam konflik modern.

Raqqa adalah ibukota de facto dari kekhalifahan yang dideklarasikan oleh ISIS. Kelompok ekstrimis ini pernah menguasai sepertiga dari wilayah Suriah dan Irak. Bulan lalu, ISIS kehilangan wilayah terakhir yang dikontrolnya di Suriah timur menandai berakhirnya apa yang disebut kekhalifahan.

Pejuang Suriah yang didukung AS merebut Raqqa pada Oktober 2017 setelah kampanye selama empat bulan. PBB memperkirakan bahwa lebih dari 10.000 bangunan hancur atau 80 persen dari kota itu.

"Pasukan koalisi meruntuhkan Raqqa, tetapi mereka tidak bisa menghapus kebenaran. Amnesty International dan Airwars menyerukan pasukan Koalisi untuk mengakhiri penolakan mereka tentang skala yang mengejutkan dari kematian warga sipil dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan mereka di Raqqa," kata kedua kelompok itu dalam sebuah pernyataan bersama seperti dikutip dari AP, Jumat (26/4/2019).

Pada Juni tahun lalu, sebuah laporan AI mengatakan ratusan warga sipil tewas di Raqqa, sementara Airwars mengatakan memiliki bukti 1.400 korban jiwa.

Pernyataan itu mengatakan proyek inovatif "Strike Trackers" AI juga mengidentifikasi kapan setiap lebih dari 11.000 bangunan hancur di Raqqa terkena serangan. Lebih dari 3.000 aktivis digital di 124 negara ambil bagian, menganalisis total lebih dari 2 juta bingkai gambar satelit.

"Koalisi perlu menyelidiki sepenuhnya apa yang salah di Raqqa dan belajar dari pelajaran itu, untuk mencegah penderitaan yang luar biasa pada warga sipil yang terperangkap dalam operasi militer di masa depan," kata Direktur Airwars, Chris Woods.

Koalisi yang dipimpin AS mengatakan bulan lalu bahwa 1.257 warga sipil tewas dalam serangan udara terhadap ISIS selama empat tahun di Suriah dan Irak.

"Kami terus menggunakan proses penargetan dan serangan yang menyeluruh dan disengaja untuk meminimalkan dampak operasi kami terhadap populasi sipil dan infrastruktur," kata koalisi AS kala itu.
(ian)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
1 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
2 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
3 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
4 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
5 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved