Para Pendukung ISIS Rayakan Tragedi Bom Sri Lanka

Senin, 22 April 2019 - 11:53 WIB
Para Pendukung ISIS...
Para Pendukung ISIS Rayakan Tragedi Bom Sri Lanka
A A A
KOLOMBO - Para pendukung kelompok teroris Islamic State atau ISIS melalui media sosial merayakan tragedi serangan delapan bom di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka. Serangkaian serangan bom pada perayaan Minggu Paskah itu menewaskan 290 orang dan dikecam para pemimpin dunia.

Sekitar 500 orang lainnya terluka. Tidak ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang merusak tiga gereja, empat hotel mewah dan satu rumah di Kolombo dan Batticaloa tersebut.

Direktur SITE Intelligence Group Rita Katz mengatakan para pendukung ISIS membual di media sosial bahwa apa yang terjadi di Kolombo adalah pembalasan atas pembantaian di masjid Christchurch, Selandia Baru, dan kampanye militer yang didukung AS di Suriah.

Katz memperlihatkan berbagai posting ekspresi kegembiraan para pendukung ISIS."Ratusan orang terbunuh dan ratusan lainnya terluka dalam ledakan (saat) Paskah di gereja-gereja SriLanka. Sementara belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, (serangan yang) menargetkan orang Kristen adalah pokok dari arahan serangan ISIS," tulis Katz, di akun Twitter-nya, @Rita_Katz.

Pakar terorisme itu juga mengaitkan tragedi bom di Sri Lanka terkait dengan instruksi kelompok al-Qaeda untuk membalas serangan di Selandia Baru. "Perlu dicatat bahwa setelah serangan Christchurch di Selandia Baru, kepemimpinan al-Qaeda menginstruksikan untuk menargetkan pejuang Tentara Salib di pangkalan dan pusat-pusat pertemuan mereka, tetapi selanjutnya memerintahkan untuk tidak menyerang di gereja atau tempat ibadah," lanjut Katz.

"Pada titik ini, channel ISIS—mem-posting dengan meriah, berdoa 'semoga Tuhan menerima' para penyerang, merayakan korban, dll—jelas membuka jalan bagi ISIS untuk mengklaim tanggung jawab. Meskipun klaim semacam itu dapat membingkai operasi tersebut sebagai balas dendam untuk (serangan di) Selandia Baru, ini mungkin sudah direncanakan jauh sebelumnya," papar Katz, yang dikutip dari akun Twitter-nya, Senin (22/4/2019).

Infografis para pendukung ISIS yang bersuka ria tentang jumlah korban tewas dalam tragedi pemboman di Sri Lanka telah menyebar di media sosial.

Sekitar 30 orang asing termasuk di antara 290 orang yang tewas, termasuk lima warga negara Inggris dan dua orang AS. Yang lainnya berasal dari China, Denmark, Belanda, India, Portugal dan Turki.

Pihak berwenang Sri Lanka telah menangkap 13 orang atas serangan itu, dan menggambarkan mereka yang ditahan sebagai "ekstremis agama".

Katz mengatakan serangan itu memiliki kesamaan yang mengerikan dengan pemboman terhadap sebuah katedral Katolik Roma di pulau Jolo, Filipina selatan pada Januari lalu.

Menurut Katz, banyak warga Sri Lanka menjadi pendukung ISIS, dan negara itu mudah diakses bagi para pendukung kelompok tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Selandia Baru akan Terima...
Selandia Baru akan Terima Kembali Warganya yang Diduga Gabung ISIS
Australia Cabut Kewarganegaraan...
Australia Cabut Kewarganegaraan Teroris ISIS, PM Selandia Baru Marah
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Teroris Tusuk 6 Orang...
Teroris Tusuk 6 Orang di Mal New Zealand, Akhirnya Ditembak Mati Polisi
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
45 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Dilanda Krisis Ekonomi,...
Dilanda Krisis Ekonomi, Perdana Menteri Sri Lanka Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved