AS Bersihkan Pangkalan Udara Perang Vietnam dari Racun Agen Oranye

Minggu, 21 April 2019 - 10:44 WIB
AS Bersihkan Pangkalan...
AS Bersihkan Pangkalan Udara Perang Vietnam dari Racun Agen Oranye
A A A
HANOI - Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan operasi pembersihan bernilai jutaan dolar di sebuah pangkalan udara di Vietnam yang digunakan untuk menyimpan zat kimia Agen Oranye yang terkenal kejam. Program selama sepuluh tahun itu, diluncurkan lebih dari empat dekade setelah berakhirnya Perang Vietnam, akan menelan biasa sebesar Rp2,5 triliun.

Situs di bandara Bien Hoa, di luar Kota Ho Chi Minh, dianggap paling terkontaminasi di negara itu.

Agen Orange adalah penggundulan hutan yang disemprot oleh pasukan AS untuk menghancurkan hutan dan mengungkap tempat persembunyian musuh. Isinya dioksin, yang merupakan salah satu bahan kimia paling beracun yang diketahui manusia dan telah dikaitkan dengan peningkatan angka kanker dan cacat lahir.

Vietnam mengatakan beberapa juta orang telah dipengaruhi oleh Agen Oranye, termasuk 150 ribu anak-anak yang lahir dengan cacat lahir yang parah.

Di Bien Hoa bahan kimia tersebut telah mencemari tanah dan meresap ke sungai terdekat. Jumlah dioxin di daerah itu empat kali lebih tinggi daripada yang ditemukan di bandara Danang di mana operasi serupa diselesaikan pada bulan November lalu.

Sebuah pernyataan dari badan pengembangan USAID AS, yang berada di belakang pembersihan, menggambarkan situs tersebut sebagai "hotspot terbesar sisa" dioxin di Vietnam.

"Fakta bahwa dua mantan musuh sekarang bermitra pada tugas yang sedemikian kompleks tidak kekurangan sejarah," kata duta besar AS untuk Vietnam, Daniel Kritenbrink, pada peluncuran program itu pada hari Sabtu kemarin seperti dikutip dari BBC, Minggu (21/4/2019).

Lebih dari 80 juta liter Agen Oranye diperkirakan telah disemprotkan oleh pasukan AS di Vietnam Selatan antara tahun 1962 dan 1971.

Dari tahun 1960-an, dokter di Vietnam mulai melihat peningkatan tajam pada cacat lahir, kanker dan penyakit lain yang terkait dengan paparan bahan kimia tersebut.

AS mengkompensasi para veteran perang yang terkena defoliant, tetapi tidak memberikan kompensasi kepada warga negara Vietnam.
(ian)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam akan Buka Pabrik di Amerika Serikat
Profil Lyndon Johnson,...
Profil Lyndon Johnson, Presiden Amerika Serikat yang Memicu Perang Vietnam
Vladimir Putin Disambut...
Vladimir Putin Disambut Karpet Merah di Vietnam, Amerika Serikat Marah
Hadir di CES 2022, Barisan...
Hadir di CES 2022, Barisan SUV Canggih Vietnam Guncang Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
9 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
10 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
11 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
12 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
13 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
14 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved