ISIS Serang Tentara Suriah dan Sekutunya, 35 Orang Tewas
Minggu, 21 April 2019 - 01:30 WIB
ISIS Serang Tentara Suriah dan Sekutunya, 35 Orang Tewas
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok Islamic State atau ISIS melancarkan serangan terhadap tentara Suriah dan kelompok milisi sekutu rezim Damaskus selama dua hari. Kelompok pemantau krisis Suriah, pada Sabtu (20/4/2019), mengatakan sebanyak 35 orang tewas.
Serangan itu mengejutkan karena ISIS sudah dinyatakan kalah dan kehilangan kantong teritorial terakhirnya di Baghouz, wilayah Suriah yang berdekatan dengan Irak pada bulan lalu. Wilayah kantong terakhir kelompok itu direbut Pasukan Demokratik Suriah (SDF), pasukan oposisi Suriah yang didukung Amerika Serikat.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau krisis Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan dua hari itu merupakan operasi militer terbesar ISIS sejak kehilangan Baghouz.
Menurut Observatorium yang dikutip Reuters, Minggu (21/4/2019), kelompok yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi itu juga melakukan sejumlah serangan di beberapa wilayah di Suriah tengah. Serangan paling intens terjadi di wilayah al-Koum, utara Palmyra. Di wilayah inilah para milisi ISIS membunuh 15 tentara Suriah dan sekutunya.
Sementara itu, kelompok ISIS dalam sebuah pesan di media propagandanya, Amaq, pada hari Jumat mengklaim telah membunuh 20 tentara Suriah dan melukai beberapa lainnya di wilayah al-Sukhna yang berada di antara Palmyra dan Deir al-Zor dalam serangan dan bentrokan.
Namun, kantor berita negara Suriah tidak merilis laporan perihal serangan ISIS maupun kematian di antara pasukan pro-pemerintah dalam bentrokan dengan kelompok militan.
Serangan itu mengejutkan karena ISIS sudah dinyatakan kalah dan kehilangan kantong teritorial terakhirnya di Baghouz, wilayah Suriah yang berdekatan dengan Irak pada bulan lalu. Wilayah kantong terakhir kelompok itu direbut Pasukan Demokratik Suriah (SDF), pasukan oposisi Suriah yang didukung Amerika Serikat.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau krisis Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan dua hari itu merupakan operasi militer terbesar ISIS sejak kehilangan Baghouz.
Menurut Observatorium yang dikutip Reuters, Minggu (21/4/2019), kelompok yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi itu juga melakukan sejumlah serangan di beberapa wilayah di Suriah tengah. Serangan paling intens terjadi di wilayah al-Koum, utara Palmyra. Di wilayah inilah para milisi ISIS membunuh 15 tentara Suriah dan sekutunya.
Sementara itu, kelompok ISIS dalam sebuah pesan di media propagandanya, Amaq, pada hari Jumat mengklaim telah membunuh 20 tentara Suriah dan melukai beberapa lainnya di wilayah al-Sukhna yang berada di antara Palmyra dan Deir al-Zor dalam serangan dan bentrokan.
Namun, kantor berita negara Suriah tidak merilis laporan perihal serangan ISIS maupun kematian di antara pasukan pro-pemerintah dalam bentrokan dengan kelompok militan.
(mas)