ISIS Klaim Bunuh 362 Orang di Seluruh Dunia dalam 3 Hari

Rabu, 17 April 2019 - 01:59 WIB
ISIS Klaim Bunuh 362...
ISIS Klaim Bunuh 362 Orang di Seluruh Dunia dalam 3 Hari
A A A
BAGHOUZ - Kelompok Islamic State atau ISIS mengklaim telah melakukan serangan terkoordinasi di 80 kota di seluruh dunia dalam tiga hari dengan korban jiwa 362 orang. Serangan global itu dianggap sebagai keberhasilan pertama sejak runtuhnya "kekhalifahan" teror itu pada bulan lalu.

Menurut ISIS, ada 92 serangan di berbagai negara mulai dari Rusia hingga ke Afrika Barat dalam apa yang mereka sebut sebagai "invasi balas dendam". Puluhan serangan itu termasuk bom bunuh diri, pembunuhan dan serangan ranjau darat.

ISIS belum mengumumkan basis pusat baru untuk operasinya dan mengklaim akan beroperasi dengan jaringan rahasia.

Juru bicara ISIS Abu Hassan al-Muhajir mengatakan dalam rekaman audio 44 menit bahwa klaim kemenangan Gedung Putih atas ISIS di Suriah membingungkan dan kontradiktif. Dia, sebagaimana dikutip The Times, Selasa (16/4/2019), menolak untuk mengakui kekalahan.

Pernyataan Muhajir mengatakan ISIS bertanggung jawab atas 92 serangan global dari 8 hingga 10 April. Puluhan serangan itu terdiri dari 14 serangan di Irak dan 10 serangan di Suriah. Sisanya di Afrika Barat, Mesir, Somalia, Afghanistan, Libya, dan Kaukasus.

Para analis mengatakan bahwa serangan di Suriah dan Irak kemungkinan menjadi bagian dari kampanye terkoordinasi. Ledakan di Kolomna, selatan Moskow, di mana satu orang terluka, adalah klaim yang paling lemah. Pihak berwenang setempat mengatakan itu disebabkan oleh kebocoran gas.

ISIS mencapai puncaknya pada akhir 2014 ketika memerintah hampir 12 juta orang di seluruh Irak dan Suriah. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengumumkan kekalahan total "kekhalifahan" ISIS pada 23 Maret, setelah kantong terakhirnya di Baghouz direbut.

Lebih dari 40.000 orang asing dari 110 negara diperkirakan telah melakukan perjalanan ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Puluhan ribu orang ditahan di penjara dan kamp di seluruh Suriah utara, tetapi yang lain diketahui telah melarikan diri ke gurun tandus di Suriah timur, tempat mereka bersembunyi.

Serangan baru-baru ini tidak mengikuti pola tunggal. Di Libya, para petempur ISIS menyerbu rumah-rumah pasukan keamanan saat fajar dan menewaskan sejumlah perwira dan melakukan penyanderaan. Di Sinai, personel keamanan yang berpatroli dengan warga sipil tewas dalam pemboman bunuh diri. Di Suriah kelompok ISIS mengklaim membunuh dua pejabat militer Kurdi dalam serangan terpisah.

James Jeffrey, utusan khusus AS untuk koalisi anti-ISIS, mengatakan bahwa 15.000 hingga 20.000 petempur ISIS masih tetap aktif di wilayah Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Suriah: AS Terus Mencuri...
Suriah: AS Terus Mencuri Minyak Melalui Irak, Kerja Sama dengan Kurdi
Pakar: Kebijakan AS...
Pakar: Kebijakan AS Terhadap Kurdi Ditujukan untuk Memecah Irak dan Suriah
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
41 menit yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
2 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
2 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
5 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved