Lawan Tekanan AS, Venezuela Jual 9 Ton Emas Seharga Rp5,6 Triliun

Rabu, 17 April 2019 - 01:26 WIB
Lawan Tekanan AS, Venezuela...
Lawan Tekanan AS, Venezuela Jual 9 Ton Emas Seharga Rp5,6 Triliun
A A A
CARACAS - Otoritas Venezuela dilaporkan telah menjual sekitar sembilan ton emas seharga USD400 juta (Rp5,6 triliun) kepada perusahaan-perusahaan Turki dan Uni Emirat Arab (UEA). Penjualan cadangan emas itu merupakan langkah Presiden Nicolas Maduro untuk melawan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS).

Laporan itu diterbitkan Bloomberg yang mengutip beberapa sumber terkait penjualan logam mulia Venezuela.

"Penjualan itu bisa berarti Presiden Nicolas Maduro telah menemukan cara untuk menutupi blokade ekonomi yang dipaksakan oleh Washington," kata salah satu sumber, yang dilansir Selasa (16/4/2019).

Bank Sentral Venezuela belum bersedia menanggapi permintaan untuk berkomentar atas laporan penjualan sembilan ton emas tersebut. Menurut data yang disediakan Bank Sentral, total cadangan emas negeri Maduro pada saat ini mencapai USD8,6 miliar.

Penjualan tersebut terjadi setelah Febuari lalu Venezuela mengumumkan rencananya untuk menjual 15 ton emas Bank Sentral-nya ke UEA dan dibayar tunai dalam euro.

Dalam perkembangan terpisah pada bulan itu, Presiden Maduro mengatakan kurang lebih 80 ton emas Venezuela dibekukan di Bank of England. Pernyataan Maduro itu sinkron dengan laporan Bloomberg bahwa Bank of England telah menolak otoritas Venezuela untuk menarik cadangan emas senilai USD1,2 miliar.

Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan beberapa putaran sanksi terhadap perusahaan-perusahaan negara Venezuela sejak Januari lalu. Pada akhir Maret, Departemen Keuangan AS secara khusus memberi sanksi kepada perusahaan pertambangan emas Venezuela, Minerven dan presidennya, Adrian Antonio Perdomo Mata.

Menurut laporan media setempat, total kerusakan dari sanksi AS terhadap Venezuela telah melebihi USD100 miliar.

Sanksi AS itu sebagai respons atas kebuntuan politik yang sedang berlangsung di Venezuela, tak lama setelah pemimpin oposisi Juan Guaido yang didukung Washington secara ilegal menyatakan dirinya sebagai presiden interim Venezuela pada Januari lalu.

Maduro menuduh Guaido sebagai "boneka" AS, sambil mengecam Washington karena mengatur kudeta di negara Amerika Latin itu.

Rusia dan serentetan negara lain menyatakan bahwa mereka tetap mengakui Maduro sebagai satu-satunya presiden sah Venezuela.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Pompeo Sesumbar Bakal...
Pompeo Sesumbar Bakal Bebaskan Warga AS yang Ditangkap Venezuela
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
42 menit yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
2 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
2 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
5 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
6 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved