Wanita China yang Menyusup ke Mar-a-Lago Lolos dari Dakwaan Spionase

Sabtu, 13 April 2019 - 08:37 WIB
Wanita China yang Menyusup...
Wanita China yang Menyusup ke Mar-a-Lago Lolos dari Dakwaan Spionase
A A A
WASHINGTON - Otoritas Amerika Serikat (AS) secara resmi mendakwa wanita asal China yang ditangkap karena berusaha memasuki resor milik Presiden Donald Trump Mar-a-Lago dengan dua dakwaan. Yujing Zhang dijerat dengan dakwaan berbohong kepada agen federal dan memasuki properti terbatas tanpa izin.

Baca juga: Bawa Malware 'Jahat', Wanita China Masuk Resor Mar-a-Lago Trump

Dakwaan itu tidak termasuk tuduhan spionase, meskipun pihak berwenang terus memperlakukan kasusnya sebagai masalah keamanan nasional, sumber yang akrab dengan penyelidikan kontra intelijen yang sedang berlangsung mengatakan kepada Miami Herald yang dikutip Sputnik, Sabtu (13/4/2019).

Baca juga: Wanita Penerobos Mar-a-Lago Diduga Terkait dengan Spionase China

Zhang memiliki paspor China dan flash drive yang mengandung malware ketika ditangkap akhir bulan lalu. Polisi juga menemukan pelacak sinyal yang mampu mendeteksi kamera tersembunyi, perangkat elektronik lainnya, dan ribuan uang dolar tunai di kamar hotelnya, kata jaksa federal sebelumnya.

Baca juga: Penyusup Mar-a-Lago Punya Perangkat untuk Deteksi Kamera Tersembunyi

Zhang (33) bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara karena berbohong kepada seorang perwira federal AS, satu tahun karena memasuki properti terlarang dan denda USD350.000, menurut dokumen pengadilan yang dikutip oleh laporan itu.

Senator AS Elizabeth Warren dalam sepucuk surat kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) kantor Inspektur Jenderal menyerukan penyelidikan pemecatan terhadap Direktur Secret Service Presiden Donald Trump, Randolph Alles, sehubungan dengan pelanggaran baru-baru ini di Mar-a-Lago. Warren mengatakan insiden Mar-a-Lago yang melibatkan kemungkinan mata-mata China dan pemecatan Alles meningkatkan kekhawatiran tentang bagaimana Gedung Putih menangani masalah keamanan di resor dan di tempat lain.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Alles akan mundur dan digantikan oleh James Murray, anggota karier dari Secret Service. Secret Service sendiri berada dalam kendali DHS.

Trump membeli properti Mar-a-Lago pada tahun 1985. Sejak itu ia dijuluki Gedung Putih Selatan.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
China Terapkan Sanksi...
China Terapkan Sanksi pada Para Pejabat Amerika Serikat
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
12 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
1 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
3 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved