Turki: S-400 Juga untuk Pastikan Keamanan UE dan NATO
Minggu, 07 April 2019 - 19:27 WIB
Turki: S-400 Juga untuk Pastikan Keamanan UE dan NATO
A
A
A
ANKARA - Turki mengatakan pembelian S-400 dari Rusia tidak hanya memastikan keamanan di perbatasannya sendiri, tetapi juga dapat membantu memastikan keamanan negara-negara Uni Eropa (UE) dan NATO.
"Anda tahu betul bahwa pada awalnya kami ingin membeli sistem rudal pertahanan udara Patriot Amerika Serikat (AS), tetapi AS menawarkan kondisi yang tidak menguntungkan untuk pinjaman. Dalam hal ini, kami mencapai kesepakatan dengan Rusia pada S-400," kata juru bicara Partai AK, Omar Celik.
"Tentu saja, kami mengakuisisi mereka pertama dan terutama untuk memastikan perlindungan perbatasan kami sendiri dari serangan dari Suriah. Namun, kami akan secara simultan mempertahankan perbatasan UE dan NATO. Sistem S-400 akan dikirim Juli ini," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (7/4).
Celik mengatakan bahwa Ankara terpaksa memperkuat kemampuannya dalam pertahanan udara setelah ada beberapa anggota NATO telah menarik unit mereka dengan sistem pertahanan udara Patriot dari Turki beberapa tahun yang lalu.
Dia kemudian mengkritik kebijakan ganda negara-negara Barat terhadap Turki. Celik mengatakan, saat Yunani membeli S-300 dari Rusia, tidak ada yang memprotesnya. Tetapi, ketika Turki membeli S-400, banyak pihak memprotesnya.
"Turki dan Yunani adalah anggota NATO. Yunani memiliki S-300 dan kami akan segera memiliki S-400. Mengapa itu menjadi masalah bagi kami? Turki adalah negara berdaulat dan adalah salah untuk melarang kami menggunakan S- 400 yang kami beli," tukasnya.
"Anda tahu betul bahwa pada awalnya kami ingin membeli sistem rudal pertahanan udara Patriot Amerika Serikat (AS), tetapi AS menawarkan kondisi yang tidak menguntungkan untuk pinjaman. Dalam hal ini, kami mencapai kesepakatan dengan Rusia pada S-400," kata juru bicara Partai AK, Omar Celik.
"Tentu saja, kami mengakuisisi mereka pertama dan terutama untuk memastikan perlindungan perbatasan kami sendiri dari serangan dari Suriah. Namun, kami akan secara simultan mempertahankan perbatasan UE dan NATO. Sistem S-400 akan dikirim Juli ini," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (7/4).
Celik mengatakan bahwa Ankara terpaksa memperkuat kemampuannya dalam pertahanan udara setelah ada beberapa anggota NATO telah menarik unit mereka dengan sistem pertahanan udara Patriot dari Turki beberapa tahun yang lalu.
Dia kemudian mengkritik kebijakan ganda negara-negara Barat terhadap Turki. Celik mengatakan, saat Yunani membeli S-300 dari Rusia, tidak ada yang memprotesnya. Tetapi, ketika Turki membeli S-400, banyak pihak memprotesnya.
"Turki dan Yunani adalah anggota NATO. Yunani memiliki S-300 dan kami akan segera memiliki S-400. Mengapa itu menjadi masalah bagi kami? Turki adalah negara berdaulat dan adalah salah untuk melarang kami menggunakan S- 400 yang kami beli," tukasnya.
(esn)