Pasukan Haftar Bergerak ke Tripoli, Libya di Ambang Perang Besar Baru
Sabtu, 06 April 2019 - 05:52 WIB
Pasukan Haftar Bergerak ke Tripoli, Libya di Ambang Perang Besar Baru
A
A
A
TRIPOLI - Libya di ambang perang besar baru setelah Jenderal Khalifa Haftar yang memimpin Pasukan Nasional Libya (LNA) memerintahkan serangan ke Tripoli. Ibu Kota Libya yang diincar itu saat ini dikendalikan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB dan dilindungi sejumlah kelompok milisi.
Sekjen PBB Antonio Guterres telah mengakhiri misi di Libya dengan "hati yang berat". Dia berharap konfrontasi berdarah bisa dihindari di Tripoli.
Bentrokan bersenjata telah terjadi pada hari Jumat di dekat Tripoli ketika pasukan loyalis Haftar sedang bergerak menuju ibu kota.
"Saya masih berharap ada kemungkinan untuk menghindari konfrontasi berdarah di dalam dan sekitar Tripoli," tulis Guterres di Twitter setelah bertemu Haftar di markasnya, kota timur Benghazi.
"PBB berkomitmen untuk memfasilitasi solusi politik dan, apa pun yang terjadi, PBB berkomitmen untuk mendukung rakyat Libya," lanjut Guterres.
Menurut laporan stasiun televisi Al-Arabiya, Sabtu (6/4/2019), Haftar mengatakan kepada Guterres bahwa operasinya terhadap Tripoli akan berlanjut sampai "terorisme" dikalahkan.
Sekjen PBB telah melakukan perjalanan ke Libya pekan ini untuk membantu menyelenggarakan konferensi rekonsiliasi nasional yang direncanakan akhir bulan ini dan bertujuan untuk menyusun rencana penundaan pemilu.
Namun dalam langkah mengejutkan pada hari Kamis, Haftar memerintahkan pasukannya, LNA yang bersekutu dengan pemerintahan paralel yang berpusat di timur, agar bergerak maju ke ibu kota.
Libya mengalami kekacauan setelah pemimpin negara itu, Muammar Gaddafi, digulingkan dan dibunuh oleh revolusi yang disokong invasi NATO pada tahun 2011. Sejak itu, Libya terpecah antara pemerintah GNA yang berbasis di Tripoli dan pemerintah saingan di wilayah timur yang bersekutu dengan Jenderal Haftar.
Pasukan Haftar pada hari Kamis mengambil alih kota Gharyan, sekitar 100 km selatan Tripoli. Pasukan LNA selanjutnya bergerak ke utara menuju Tripoli yang berjarak sekitar 40 km.
Kantor berita Reuters mengutip penduduk dan sumber militer melaporkan bahwa LNA telah mengambil alih desa Suq al-Khamis setelah beberapa pertempuran.
LNA sendiri mengklaim telah mengambil kendali wilayah Qasr ben Ghashir dan Wadi al-Rabie di pinggiran selatan Tripoli, dekat bekas Bandara Internasional Tripoli, yang ditutup sejak pertempuran kota pada tahun 2014.
Sekjen PBB Antonio Guterres telah mengakhiri misi di Libya dengan "hati yang berat". Dia berharap konfrontasi berdarah bisa dihindari di Tripoli.
Bentrokan bersenjata telah terjadi pada hari Jumat di dekat Tripoli ketika pasukan loyalis Haftar sedang bergerak menuju ibu kota.
"Saya masih berharap ada kemungkinan untuk menghindari konfrontasi berdarah di dalam dan sekitar Tripoli," tulis Guterres di Twitter setelah bertemu Haftar di markasnya, kota timur Benghazi.
"PBB berkomitmen untuk memfasilitasi solusi politik dan, apa pun yang terjadi, PBB berkomitmen untuk mendukung rakyat Libya," lanjut Guterres.
Menurut laporan stasiun televisi Al-Arabiya, Sabtu (6/4/2019), Haftar mengatakan kepada Guterres bahwa operasinya terhadap Tripoli akan berlanjut sampai "terorisme" dikalahkan.
Sekjen PBB telah melakukan perjalanan ke Libya pekan ini untuk membantu menyelenggarakan konferensi rekonsiliasi nasional yang direncanakan akhir bulan ini dan bertujuan untuk menyusun rencana penundaan pemilu.
Namun dalam langkah mengejutkan pada hari Kamis, Haftar memerintahkan pasukannya, LNA yang bersekutu dengan pemerintahan paralel yang berpusat di timur, agar bergerak maju ke ibu kota.
Libya mengalami kekacauan setelah pemimpin negara itu, Muammar Gaddafi, digulingkan dan dibunuh oleh revolusi yang disokong invasi NATO pada tahun 2011. Sejak itu, Libya terpecah antara pemerintah GNA yang berbasis di Tripoli dan pemerintah saingan di wilayah timur yang bersekutu dengan Jenderal Haftar.
Pasukan Haftar pada hari Kamis mengambil alih kota Gharyan, sekitar 100 km selatan Tripoli. Pasukan LNA selanjutnya bergerak ke utara menuju Tripoli yang berjarak sekitar 40 km.
Kantor berita Reuters mengutip penduduk dan sumber militer melaporkan bahwa LNA telah mengambil alih desa Suq al-Khamis setelah beberapa pertempuran.
LNA sendiri mengklaim telah mengambil kendali wilayah Qasr ben Ghashir dan Wadi al-Rabie di pinggiran selatan Tripoli, dekat bekas Bandara Internasional Tripoli, yang ditutup sejak pertempuran kota pada tahun 2014.
(mas)