Filipina Geram Ratusan Kapal China Muncul di LCS

Kamis, 04 April 2019 - 14:33 WIB
Filipina Geram Ratusan...
Filipina Geram Ratusan Kapal China Muncul di LCS
A A A
MANILA - Kehadiran ratusan kapal China di dekat sebuah pulau yang dikuasai Manila di Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan ilegal dan jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Filipina. Hal itu dikatakan oleh Kementerian Luar Negeri Filipina.

"Tindakan seperti itu ketika tidak ditolak oleh pemerintah China dianggap telah diadopsi olehnya," kata Departemen Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan, beberapa hari setelah mengajukan protes diplomatik atas kemunculan kapal-kapal tersebut.

"Kehadiran kapal di sekitar pulau Thitu untuk periode yang berkelanjutan dan berulang menimbulkan pertanyaan tentang maksud dan kekhawatiran mereka tentang peran mereka dalam mendukung tujuan pemaksaan," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/4/2019).

Data militer menunjukkan Filipina telah memantau lebih dari 200 kapal Tiongkok di dekat Thitu, atau penduduk lokal menyebutnya sebagai pulau Pagasa, dari Januari hingga Maret tahun ini.

Selain Filipina, Brunei, China, Malaysia, Taiwan dan Vietnam memiliki klaim kedaulatan atas jalur air yang sibuk, saluran untuk perdagangan nilai lebih dari USD3,4 triliun setiap tahun.
(ian)
Berita Terkait
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Sejarah Konflik China-Filipina...
Sejarah Konflik China-Filipina dalam Sengketa Laut China Selatan
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved