AS Tingkatkan Sinyal Intelijen hingga 800 Persen di Sekitar Venezuela

Sabtu, 30 Maret 2019 - 10:49 WIB
AS Tingkatkan Sinyal...
AS Tingkatkan Sinyal Intelijen hingga 800 Persen di Sekitar Venezuela
A A A
CARACAS - Militer Caracas mengatakan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan sinyal intelijennya di sekitar Venezuela hingga 800 persen. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez.

"Tapi tidak ada tanda-tanda (memprotes) skandal ini ketika pesawat militer AS mendarat di Cucuta (Kolombia) atau ketika sinyal intelijen Angkatan Udara AS di sekitar wilayah kami telah meningkat sebesar 800 persen. Tidak ada yang berbicara ketika ada upaya untuk merusak kedaulatan Venezuela," kata Padrino Lopez, yang pernyataannya dipublikasikan di Twitter, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (30/3/2019).

Signal intelligence (SIGINT) adalah cabang intelijen militer yang memotong dan mengumpulkan informasi dari sinyal elektronik secara langsung atau tidak langsung menggunakan berbagai sistem komunikasi.

Awal pekan ini, sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Donald Trump, mengkritik kedatangan personel militer Rusia ke Venezuela. Moskow merespons dengan mengatakan para ahli militernya berada di Venezuela untuk memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian bilateral.

Menteri Padrino Lopez pada hari Jumat mencatat bahwa kedatangan personel Rusia telah memicu kegemparan. Padrino Lopez ingat bahwa Moskow dan Caracas telah menikmati kerja sama militer sejak tahun 2001, sehingga tidak ada yang perlu khawatir tentang kemitraan yang bertujuan meningkatkan kesiapan tempur militer Venezuela.

Ketegangan di Venezuela meningkat pada 23 Januari, ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim dengan menolak terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro Moros dalam pemilu 2018.

Amerika Serikat secara terbuka mendukung Guaido. Sedangkan Uni Eropa tidak mengeluarkan pernyataan bersama setelah mosinya diveto oleh Italia. Namun demikian, banyak negara Eropa secara individual menyuarakan dukungan mereka pada Guaido.

Rusia, China, Meksiko, merupakan beberapa negara yang menyuarakan dukungan untuk Maduro sebagai pemimpin yang terpilih secara konstitusional. Maduro sendiri menuduh Washington mengatur upaya kudeta dengan bantuan Guaido.
(mas)
Berita Terkait
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Orang-orang Pro-Rusia...
Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela
Siapa Eric Slover? Pilot...
Siapa Eric Slover? Pilot Helikopter AS yang Terluka saat Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
10 Operasi CIA Penggulingan...
10 Operasi CIA Penggulingan Pemerintahan di Amerika Latin, Ada Juga yang Gagal
8 Operasi Delta Force...
8 Operasi Delta Force Paling Hebat, dari Penangkapan Saddam Hussein hingga Nicolas Maduro
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
15 menit yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
1 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
2 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
3 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
4 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
5 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved