Bom Mobil Guncang Ibu Kota Somalia, 15 Tewas
Kamis, 28 Maret 2019 - 23:28 WIB
Bom Mobil Guncang Ibu Kota Somalia, 15 Tewas
A
A
A
MOGADISHU - Sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah hotel dan restoran yang telah menjadi target serangan di daerah sibuk ibukota Somalia, Mogadishu. Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok militan.
Ledakan yang terjadi pada sore hari itu mengirim asap mengepul ke langit dan menghancurkan dua restoran dan beberapa mobil diparkir di daerah itu. Seorang saksi Reuters menghitung ada enam mayat.
“Sejauh ini 15 orang tewas termasuk lima wanita. Tujuh belas lainnya terluka dalam ledakan itu,” kata Abdikadir Abdirahman, direktur layanan Amin Ambulance, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (28/3/2019).
Saksi lain di tempat kejadian mengatakan dia melihat 18 mayat.
“Sebagai seorang ibu, sangat mengejutkan bagi saya dan saya meminta mereka yang berada di belakang ledakan untuk berhenti. Kami setiap hari menangisi mayat, dan sangat sulit bagi kami untuk membicarakannya,” kata penduduk, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Reuters.
Polisi sebelumnya memberikan jumlah korban tewas sebanyak delapan.
“Ledakan itu menghancurkan sebuah restoran dan membunuh banyak orang di dalam dan di luar restoran. Korban tewas mungkin meningkat,” kata Mayor Polisi Mohamed Hussein.
Tidak ada klaim tanggung jawab segera atas serangan tersebut. Militan al Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda sebelumnya menargetkan lokasi yang sama, Hotel Wehliye, yang berada di sepanjang jalan Maka al Mukaram yang sibuk.
Pada hari Sabtu, 15 orang tewas dalam dua ledakan dan tembak-menembak antara gerilyawan al Shabaab dan personel keamanan di Mogadishu.
Al Shabaab, yang berusaha menggulingkan pemerintah pusat Somalia yang didukung barat, diusir keluar dari Mogadishu pada 2011 dan sejak itu telah diusir dari sebagian besar benteng lainnya.
Tapi kelompok itu tetap menjadi ancaman, dengan kerap melakukan pemboman di Somalia dan Kenya, yang tentaranya membentuk bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang diamanatkan Uni Afrika yang membantu mempertahankan pemerintah pusat Somalia.
Ledakan yang terjadi pada sore hari itu mengirim asap mengepul ke langit dan menghancurkan dua restoran dan beberapa mobil diparkir di daerah itu. Seorang saksi Reuters menghitung ada enam mayat.
“Sejauh ini 15 orang tewas termasuk lima wanita. Tujuh belas lainnya terluka dalam ledakan itu,” kata Abdikadir Abdirahman, direktur layanan Amin Ambulance, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (28/3/2019).
Saksi lain di tempat kejadian mengatakan dia melihat 18 mayat.
“Sebagai seorang ibu, sangat mengejutkan bagi saya dan saya meminta mereka yang berada di belakang ledakan untuk berhenti. Kami setiap hari menangisi mayat, dan sangat sulit bagi kami untuk membicarakannya,” kata penduduk, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Reuters.
Polisi sebelumnya memberikan jumlah korban tewas sebanyak delapan.
“Ledakan itu menghancurkan sebuah restoran dan membunuh banyak orang di dalam dan di luar restoran. Korban tewas mungkin meningkat,” kata Mayor Polisi Mohamed Hussein.
Tidak ada klaim tanggung jawab segera atas serangan tersebut. Militan al Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda sebelumnya menargetkan lokasi yang sama, Hotel Wehliye, yang berada di sepanjang jalan Maka al Mukaram yang sibuk.
Pada hari Sabtu, 15 orang tewas dalam dua ledakan dan tembak-menembak antara gerilyawan al Shabaab dan personel keamanan di Mogadishu.
Al Shabaab, yang berusaha menggulingkan pemerintah pusat Somalia yang didukung barat, diusir keluar dari Mogadishu pada 2011 dan sejak itu telah diusir dari sebagian besar benteng lainnya.
Tapi kelompok itu tetap menjadi ancaman, dengan kerap melakukan pemboman di Somalia dan Kenya, yang tentaranya membentuk bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang diamanatkan Uni Afrika yang membantu mempertahankan pemerintah pusat Somalia.
(ian)