Menegangkan, Penumpang Coba Bawa Senapan ke Pesawat Selandia Baru
Kamis, 28 Maret 2019 - 11:51 WIB
Menegangkan, Penumpang Coba Bawa Senapan ke Pesawat Selandia Baru
A
A
A
AUCKLAND - Insiden menegangkan terjadi di bandara Auckland setelah seorang penumpang Air New Zealand mencoba membawa senapan ke pesawat, Kamis (28/3/2019). Ulah penumpang itu membuat penerbangan dari Auckland ke Christchurch ditunda.
Salah seorang penumpang di pesawat menceritakan pilot membuat pengumuman bahwa seorang penumpang mencoba membawa senapan ke pesawat, tetapi gagal mengikuti prosedur check-in yang benar.
Penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 14.00 siang waktu setempat.
Penumpang yang mencoba membawa senapan itu akhirnya dikawal oleh staf keamanan dan teknik bersama dengan barang bawaannya.
"Mengingat situasi di Christchurch kami jelas tidak mengambil risiko," kata pilot pesawat tersebut, dikutip New Zealand Herald.
Penumpang yang menceritakan kejadian itu mengatakan pintu-pintu pesawat baru saja ditutup dan salah satu penumpang yang mencoba membawa senapan belum kembali ke pesawat.
Pengumuman pilot disambut dengan guncangan yang terdengar dan ketidaksetujuan oleh para penumpang lain.
"Serius? Itu tidak bisa dipercaya," kata seorang penumpang perempuan yang tak disebutkan namanya.
Insiden itu juga memicu ketakutan perihal keamanan pesawat yang membuat penerbangan ditunda 40 menit.
Ada juga pegawai pemerintah yang menunda penerbangan menuju Christchurch, termasuk beberapa pejabat dari departemen urusan dalam negeri. Mereka bepergian untuk menghadiri upacara peringatan bagi para korban pembantaian di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, pada Jumat besok.
Keamanan penerbangan telah ditingkatkan setelah serangan teroris di dua masjid itu pada 15 Maret lalu. Sebanyak 50 orang tewas dalam penembakan brutal yang dilakukan Brenton Harrison Tarrant, 28, pria Australia.
Di Christchurch, pemeriksaan keamanan telah diberlakukan untuk penerbangan domestik yang berangkat dari kota yang memiliki 30 kursi penumpang atau lebih. Skrining sebelumnya hanya dilakukan pada penerbangan jet, seperti yang menjadi sasaran ketakutan di Auckland hari ini.
Layanan Keamanan Penerbangan mengatakan itu adalah langkah manajemen risiko yang bijaksana dan dapat dilakukan di bandara lain.
"Ketepatan pengaturan skrining keamanan domestik saat ini di bandara-bandara selain Christchurch adalah subjek tinjauan yang sedang berlangsung, seperti yang selalu terjadi," kata layanan tersebut melalui seorang juru bicara.
Salah seorang penumpang di pesawat menceritakan pilot membuat pengumuman bahwa seorang penumpang mencoba membawa senapan ke pesawat, tetapi gagal mengikuti prosedur check-in yang benar.
Penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 14.00 siang waktu setempat.
Penumpang yang mencoba membawa senapan itu akhirnya dikawal oleh staf keamanan dan teknik bersama dengan barang bawaannya.
"Mengingat situasi di Christchurch kami jelas tidak mengambil risiko," kata pilot pesawat tersebut, dikutip New Zealand Herald.
Penumpang yang menceritakan kejadian itu mengatakan pintu-pintu pesawat baru saja ditutup dan salah satu penumpang yang mencoba membawa senapan belum kembali ke pesawat.
Pengumuman pilot disambut dengan guncangan yang terdengar dan ketidaksetujuan oleh para penumpang lain.
"Serius? Itu tidak bisa dipercaya," kata seorang penumpang perempuan yang tak disebutkan namanya.
Insiden itu juga memicu ketakutan perihal keamanan pesawat yang membuat penerbangan ditunda 40 menit.
Ada juga pegawai pemerintah yang menunda penerbangan menuju Christchurch, termasuk beberapa pejabat dari departemen urusan dalam negeri. Mereka bepergian untuk menghadiri upacara peringatan bagi para korban pembantaian di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, pada Jumat besok.
Keamanan penerbangan telah ditingkatkan setelah serangan teroris di dua masjid itu pada 15 Maret lalu. Sebanyak 50 orang tewas dalam penembakan brutal yang dilakukan Brenton Harrison Tarrant, 28, pria Australia.
Di Christchurch, pemeriksaan keamanan telah diberlakukan untuk penerbangan domestik yang berangkat dari kota yang memiliki 30 kursi penumpang atau lebih. Skrining sebelumnya hanya dilakukan pada penerbangan jet, seperti yang menjadi sasaran ketakutan di Auckland hari ini.
Layanan Keamanan Penerbangan mengatakan itu adalah langkah manajemen risiko yang bijaksana dan dapat dilakukan di bandara lain.
"Ketepatan pengaturan skrining keamanan domestik saat ini di bandara-bandara selain Christchurch adalah subjek tinjauan yang sedang berlangsung, seperti yang selalu terjadi," kata layanan tersebut melalui seorang juru bicara.
(mas)