Baru Diberlakukan, Trump Cabut Sanksi Tambahan Korea Utara

Sabtu, 23 Maret 2019 - 02:59 WIB
Baru Diberlakukan, Trump...
Baru Diberlakukan, Trump Cabut Sanksi Tambahan Korea Utara
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump tiba-tiba membuat pengumuman hari Jumat bahwa dia mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara (Korut). Langkah pemimpin Gedung Putih ini mengejutkan, karena Departemen Keuangan Amerika baru saja memberlakukan sanksi terhadap rezim Pyongyang.

"Diumumkan hari ini oleh Departemen Keuangan AS bahwa sanksi skala besar akan ditambahkan pada sanksi yang sudah diberlakukan pada Korea Utara. Saya hari ini telah memerintahkan pencabutan sanksi tambahan itu!," tulis Trump di Twitter via akun resminya, @realDonaldTrump, Sabtu (23/3/2019).

Sanksi tambahan diumumkan Departemen Keuangan AS hari Kamis waktu Washington. Sanksi tambahan itu menyasar pada perusahaan pelayaran China yang melakukan bisnis dengan Korea Utara.

Ketika ditanya tentang tweet presiden Trump yang mengejutkan, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan; "Presiden Trump menyukai Pemimpin (Korut) Kim dan dia tidak berpikir sanksi ini akan diperlukan."

Departemen Keuangan Amerika belum bersedia menanggapi permintaan komentar.

Langkah presiden yang tidak biasa itu terjadi setelah pertemuan puncak keduanya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang diadakan bulan lalu di Hanoi, Vietnam. Trump meninggalkan pertemuan itu setelah menolak untuk menyetujui tuntutan Korut agar mencabut semua sanksi.

Pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri China menentang sanksi tambahan yang dijatuhkan AS terhadap Korea Utara yang menyasar perusahaan kapal Beijing. "(China) dengan tegas menentang negara mana pun yang menjatuhkan sanksi sepihak dan yurisdiksi bersenjata panjang atas entitas China di bawah hukum domestiknya sendiri," kata kementerian tersebut.

"Kami telah membuat keluhan serius dengan AS tentang masalah ini, mendesak AS untuk segera menghentikan kesalahan seperti itu, agar tidak memengaruhi kerja sama antara kedua belah pihak pada masalah yang relevan," lanjut kementerian itu.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
31 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved