ISIS Serukan Aksi Balasan Atas Serangan Teroris di Christchurch

Selasa, 19 Maret 2019 - 11:57 WIB
ISIS Serukan Aksi Balasan...
ISIS Serukan Aksi Balasan Atas Serangan Teroris di Christchurch
A A A
DAMASKUS - Juru bicara ISIS angkat bicara terkait serangan kembar terhadap masjid di Christchurch, Selandia Baru. Ia menyerukan pembalasan atas serangan yang menewaskan 50 orang itu.

"Adegan pembantaian di dua masjid harus membangunkan orang-orang yang dibodohi, dan harus menghasut para pendukung kekhalifahan untuk membalas agama mereka," kata Abu Hassan al-Muhajir, dalam rekaman audio berdurasi 44 menit seperti dikutip dari New York Times, Selasa (19/3/2019).

Muhajir menggambarkan penembakan tersebut sebagai perpanjangan dari kampanye melawan Negara Islam (ISIS). Ia menyamakan serangan itu dengan pertempuran selama berminggu-minggu di desa terakhir yang dikuasai ISIS di Suriah.

"Ini adalah Baghuz di Suriah, di mana umat Islam dibakar sampai mati dan dibom oleh semua senjata pemusnah massal yang diketahui dan tidak dikenal," katanya, menggambarkan orang-orang di kota itu sebagai Muslim biasa, padahal sebenarnya pejabat koalisi percaya bahwa mayoritas dari mereka adalah pejuang ISIS atau istri dan anak-anak mereka.

Sepanjang pidatonya, al-Muhajir juga meremehkan klaim kemenangan atas ISIS oleh Gedung Putih. Ia menyebutnya sebagai kondisi yang penuh kebingungan dan kontradiksi sehingga membuat pengamat mustahil mengetahui apa yang dimaksud dengan kata kemenangan.

Muhajir juga menyindir kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Timur Tengah.

"Aneh bagi seorang pemenang yang bahkan tidak dapat mengumumkan secara terbuka kunjungan resmi ke sebuah negara yang ia klaim membawa perdamaian dan stabilitas. Dia hanya bisa datang seperti pencuri yang ketakutan dan pengecut," sindirnya.

Dalam rekaman itu, Muhajir juga menegaskan jika pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi masih hidup. Sebelumnya, al-Baghdadi telah berulang kali dinyatakan tewas, yang terbaru oleh Rusia setelah serangan udara di Suriah, sementara para pejabat Amerika telah lama menyatakan bahwa ia kemungkinan besar masih hidup.

Muhajir menutup rekaman dengan merujuk pada al-Baghdadi dengan menggunakan kehormatan, "Semoga Tuhan melindunginya," yang digunakan ketika seseorang masih hidup.

Dalam bagian akhir pidatonya, Muhajir itu memberikan "nasihat" dari al-Baghdadi, menyatakan dia telah berbicara kepadanya.

"Sebuah pesan nasihat dari khalifah kepada orang-orang yang percaya dengan perangkat komunikasi: Hati-hati, hati-hati dengan perangkat komunikasi - bahkan jika itu memperlambat pekerjaan dari dua hari menjadi tujuh hari," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Selandia Baru akan Terima...
Selandia Baru akan Terima Kembali Warganya yang Diduga Gabung ISIS
Australia Cabut Kewarganegaraan...
Australia Cabut Kewarganegaraan Teroris ISIS, PM Selandia Baru Marah
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Teroris Tusuk 6 Orang...
Teroris Tusuk 6 Orang di Mal New Zealand, Akhirnya Ditembak Mati Polisi
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
18 menit yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
1 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
2 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
3 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
5 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
8 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved