Pakistan Tak Tahu Dilarang Gunakan F-16 AS untuk Serang India
Jum'at, 08 Maret 2019 - 00:40 WIB
Pakistan Tak Tahu Dilarang Gunakan F-16 AS untuk Serang India
A
A
A
ISLAMABAD - Pakistan mengaku tidak tahu bahwa merela dilarang menggunakan jet tempur F-16 Amerika Serikat (AS) untuk menyerang India. Klaim bahwa Islamabad dilarang menggunakan F-16 untuk menyerang India pertama kali disampaikan New Delhi.
India mengatakan, berdasarkan perjanjian pembelian F-16 antara AS dan Pakistan, disebutkan bahwa Islamabad dilarang menggunakan jet tempur tersebut untuk menyerang India. Klaim India ini membuat oposisi Pakistan mempertanyakan maksud dari pembelian F-16 dari AS.
Menteri Pertahanan Pakistan, Pervez Khattak mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apakah ada ketentuan semacam itu dalam perjanjian pembelian jet tempur tersebut antara Pakistan dan AS. Dia lalu menuturkam akan memberitahukan kepada Parlemen dan publik jika perjanjian seperti itu memang benar ada.
"Saya akan segera memberi tahu Parlemen jika memang benar kesepakatan seperti itu ada," kata Khattak saat berbicara di depan Parlemen Pakistan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (7/3).
Sementara itu, sebelumnyta Kemeneterian Luar Negeri AS mengakui bahwa mereka sangat erat mengikuti laporan tentang dugaan penyalahgunaan F-16 dalam pertempuran dengan India. Namun, Kemlu AS tidak menjelaskan maksud dari penyalahgunaan tersebut.
"Kami telah melihat laporan itu dan kami mengikuti masalah itu dengan sangat cermat. Saya tidak dapat mengkonfirmasi apa pun, tetapi sebagai kebijakan, kami tidak secara terbuka mengomentari isi perjanjian bilateral yang kami miliki dalam hal ini yang melibatkan Teknologi pertahanan AS atau komunikasi yang kita miliki dengan negara-negara lain tentang itu," kata wakil juru bicara Kemlu AS, Robert Palladino.
India mengatakan, berdasarkan perjanjian pembelian F-16 antara AS dan Pakistan, disebutkan bahwa Islamabad dilarang menggunakan jet tempur tersebut untuk menyerang India. Klaim India ini membuat oposisi Pakistan mempertanyakan maksud dari pembelian F-16 dari AS.
Menteri Pertahanan Pakistan, Pervez Khattak mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apakah ada ketentuan semacam itu dalam perjanjian pembelian jet tempur tersebut antara Pakistan dan AS. Dia lalu menuturkam akan memberitahukan kepada Parlemen dan publik jika perjanjian seperti itu memang benar ada.
"Saya akan segera memberi tahu Parlemen jika memang benar kesepakatan seperti itu ada," kata Khattak saat berbicara di depan Parlemen Pakistan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (7/3).
Sementara itu, sebelumnyta Kemeneterian Luar Negeri AS mengakui bahwa mereka sangat erat mengikuti laporan tentang dugaan penyalahgunaan F-16 dalam pertempuran dengan India. Namun, Kemlu AS tidak menjelaskan maksud dari penyalahgunaan tersebut.
"Kami telah melihat laporan itu dan kami mengikuti masalah itu dengan sangat cermat. Saya tidak dapat mengkonfirmasi apa pun, tetapi sebagai kebijakan, kami tidak secara terbuka mengomentari isi perjanjian bilateral yang kami miliki dalam hal ini yang melibatkan Teknologi pertahanan AS atau komunikasi yang kita miliki dengan negara-negara lain tentang itu," kata wakil juru bicara Kemlu AS, Robert Palladino.
(esn)