Soal Keputusan Inggris, Hizbullah: Mereka Hanya Pelayan AS

Jum'at, 01 Maret 2019 - 20:41 WIB
Soal Keputusan Inggris,...
Soal Keputusan Inggris, Hizbullah: Mereka Hanya Pelayan AS
A A A
BEIRUT - Hizbullah melemparkan kecaman keras kepada Inggris, setelah pada awal pekan ini London melarang operasi dan memasukan sayap politik mereka kedalam daftar kelompok teroris. Hizbullah menyebut keputusan Inggris ini sebagai upaya London menyenangkan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah mengatakan mereka gerakan perlawanan terhadap pendudukan Israel dan menggambarkan langkah Inggris sebagai penghinaan terhadap perasaan, simpati dan kehendak rakyat Lebanon yang mempertimbangkan Hizbullah sebagai kekuatan politik dan populer utama.

"Hizbullah melihat dalam keputusan ini bentukna kepatuhan kepada pemerintah AS, mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris hanyalah pengikut dalam pelayanan tuannya di Amerika," kata Hizbullah, seperti dilansir Reuters pada Jumat (1/3).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid mengatakan, keputusan ini diambil karena sulit membedakan mana sayap politik dan militer Hizbullah, yang menurutnya berkontribusi pada tidak stabilnya situasi di Timur Tengah.

"Hizbullah terus berupaya untuk mengacaukan situasi rapuh di Timur Tengah dan kami tidak lagi dapat membedakan antara sayap militer mereka yang sudah dilarang dan partai politik. Karena itu, saya telah mengambil keputusan untuk melarang kelompok itu dalam keseluruhannya," ucap Javid.

Namun, keputusan Javid belum sepenuhnya resmi, karena masih membutuhkan persetujuan dari Parlemen Inggris untuk dapat disahkan.

Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil yang turut berkomentar mengenai keputusan ini menyebut gerakan perlawanan tidak sama dengan terorisme. "Jika seluruh dunia berdiri dan mengatakan perlawanan itu terorisme, ini tidak menjadikannya terorisme, sejauh menyangkut orang Lebanon," kata Bassil.

Dia kemudian mengatakan, dia tidak berpandangan bahwa keputusan Inggris itu akan mempengaruhi hubungan antara Beirut dan London, meskipun Hizbullah memiliki peran dalam pemerintahan Lebanon.
(esn)
Berita Terkait
Serang Pasukan Penjaga...
Serang Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon, Israel Dianggap Mencari Musuh Baru
Puluhan Orang Tewas...
Puluhan Orang Tewas Dalam Insiden Ledakan Mobil Tanki BBM di Lebanon
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Krisis Ekonomi, Militer...
Krisis Ekonomi, Militer Lebanon 'Sewakan' Helikopter pada Turis
China Minta Warganya...
China Minta Warganya untuk Meninggalkan Israel Secepatnya
Israel Gagal Gapai Kemenangan...
Israel Gagal Gapai Kemenangan di Gaza, Bagaimana Zionis Bisa Berhasil Melawan Hizbullah?
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
52 menit yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
2 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
4 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
7 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved