Cegah Perang di Venezuela, Kuba Serukan Mobilisasi Internasional

Sabtu, 23 Februari 2019 - 14:59 WIB
Cegah Perang di Venezuela,...
Cegah Perang di Venezuela, Kuba Serukan Mobilisasi Internasional
A A A
HAVANA - Partai Komunis Kuba (PCC) meminta kekuatan politik dan sosial Amerika Latin untuk mengecam ancaman perang terhadap Venezuela dan mendukung perdamaian di negara Amerika Selatan itu.

Dalam sebuah pernyataan, PCC mengecam meningkatnya tekanan dan tindakan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan mempersiapkan petualangan militer yang disamarkan sebagai intervensi kemanusiaan di Venezuela.

"Situasi ini tidak hanya mewakili ancaman nyata bagi Revolusi Bolivarian, tetapi juga bagi perdamaian di benua itu. Hari ini adalah Venezuela, dan besok akan menjadi Nikaragua, Bolivia atau Kuba," PCC memperingatkan dalam pernyataannya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (23/2/2019).

Pernyataan tersebut, yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Kuba, mengatakan Washington seharusnya tidak meremehkan dampak agresi terhadap Venezuela. Konflik bersenjata di kawasan itu akan mempengaruhi semua negara di wilayah itu dan sosial, ekonomi serta sektor politik.

"Kami menghadapi ancaman khas agresi imperialis yang terselubung, yang tujuan utamanya adalah perampasan Amerika atas cadangan minyak bersertifikasi terbesar di planet ini," kata PCC.

Menurut PCC, kebijakan AS bukan hanya serangan terhadap Venezuela, tetapi juga serangan terakhir terhadap pasukan kiri di benua itu.

PCC mengatakan membela Revolusi Bolivarian di Venezuela telah menjadi "parit perlindungan" pertama dalam perjuangan untuk kedaulatan Amerika Latin, keadilan sosial, perdamaian dengan martabat, dan persatuan.

Mereka menyerukan mobilisasi internasional bersatu untuk menunjukkan Washington bahwa orang-orang di benua itu memiliki kemerdekaan dan kedaulatan.

Situasi politik di Venezuela semakin intensif setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari dan langsung diakui oleh AS.

AS dan negara-negara lain di kawasan itu, berkoordinasi dengan oposisi Venezuela, telah menyatakan rencana mereka untuk mengirimkan bantuan ke Venezuela pada hari akhir pekan ini. Venezuela mengatakan akan memblokir pengiriman bantuan AS yang diyakini sebagai alasan untuk melancarkan serangan militer.
(ian)
Berita Terkait
Seberapa Serius AS Berambisi...
Seberapa Serius AS Berambisi Menginvasi Kolombia, Meksiko dan Kuba?
Rudal Rusia di Kuba...
Rudal Rusia di Kuba dan Venezuela? Di Balik Retorika Keras Kremlin
Mungkinkah Kuba Menyerah...
Mungkinkah Kuba Menyerah karena Ancaman Trump?
China Dukung Kuba di...
China Dukung Kuba di Tengah Ancaman Serangan AS
Pengakuan Rusia Soal...
Pengakuan Rusia Soal Pangkalan Militer Kuba Terungkap, Awas Jangan Kaget
Trump Nyatakan AS Darurat...
Trump Nyatakan AS Darurat Nasional, Sebut Kuba Ancaman Luar Biasa
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
1 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
3 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
3 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
4 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
5 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved