Rusia: AS Hendak Kirim Pasukan Khusus ke Dekat Venezuela

Sabtu, 23 Februari 2019 - 00:48 WIB
Rusia: AS Hendak Kirim...
Rusia: AS Hendak Kirim Pasukan Khusus ke Dekat Venezuela
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengirim senjata dan pasukan khusus ke dekat wilayah Venezuela. Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di negara kaya minyak tersebut sehubungan dengan bantuan kemanusiaan Washington yang ditolak Presiden Nicolas Maduro Moros.

"Kami memiliki bukti bahwa perusahaan-perusahaan AS dan sekutu-sekutu NATO-nya sedang mengerjakan masalah (bagaimana) memperoleh sejumlah besar senjata dan amunisi di sebuah negara Eropa Timur untuk transfer selanjutnya ke pasukan oposisi Venezuela," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Diplomat Moskow ini tak merinci tuduhan pasukan khusus AS yang hendak dikirim, termasuk dari kesatuan apa dan jumlah personelnya.

Oposisi Venezuela menyatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan AS ke Venezuela akan dimulai pada 23 Februari. Pemerintah Nicolas Maduro bertekad untuk mencegah agar bantuan tidak dipasok ke negara itu. Presiden Maduro mengecam langkah AS itu sebagai upaya untuk menggulingkannya.

Menurut Zakharova, provokasi Amerika Serikat di Venezuela, jika diimplementasikan, akan secara dramatis meningkatkan tingkat ketegangan dan konfrontasi di dunia.

Rencana AS untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela dapat menyebabkan bentrokan dan akan menciptakan dalih yang nyaman untuk mendepak Maduro dari kekuasaan.

"Perkembangan peristiwa di Venezuela telah mencapai titik kritis, semua orang memahami hal ini. Pada 23 Februari, provokasi skala besar yang berbahaya akan terjadi, dihasut oleh penyeberangan yang dipimpin oleh Washington di perbatasan Venezuela dengan apa yang disebut konvoi kemanusiaan, yang dapat mengarah pada bentrokan antara pendukung dan oposisi, membentuk dalih yang nyaman untuk tindakan militer guna mengeluarkan presiden yang sah saat ini dari pemerintah," papar Zakharova, seperti dikutip Sputnik.

Pada 21 Februari, pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, bersama dengan anggota parlemen yang dipimpin oposisi, berangkat ke perbatasan negara itu dengan Kolombia untuk menyambut pengiriman bantuan AS meskipun Maduro berjanji untuk mengembalikannya.

Guaido, Ketua Parlemen Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara negara itu pada 23 Januari. Maduro, yang telah dilantik kembali sebagai presiden setelah menang pemilu 2018, bereaksi marah terhadap tindakan Guaido. Dia menyebut lawan politiknya itu boneka AS dan menuduh Washington mengorganisir kudeta di negaranya.

Amerika Serikat, Kanada, dan sejumlah negara lain telah mengakui pemerintahan Guaido. Namun, Rusia, China, Meksiko, Turki dan negara lainnya menekankan bahwa Maduro adalah presiden yang sah dan menyerukan dialog damai untuk menyelesaikan krisis politik di negara tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Terungkap, Rusia Pernah...
Terungkap, Rusia Pernah Tawari AS Barter Venezuela dengan Ukraina
Terancam Perang, Venezuela...
Terancam Perang, Venezuela Peringatkan AS: Kami Punya 5.000 Rudal Rusia
Rezim Maduro Terancam...
Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela
Trump: Akan Bijaksana...
Trump: Akan Bijaksana bagi Maduro Jika Lengser dari Kekuasaanya di Venezuela
Ini Analisis AS Tangkap...
Ini Analisis AS Tangkap Maduro dan Dampaknya bagi Rusia dan China
Berita Terkini
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
14 menit yang lalu
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
53 menit yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
1 jam yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
1 jam yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 jam yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved