Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS

Jum'at, 22 Februari 2019 - 11:32 WIB
Kedok Intervensi Militer,...
Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS
A A A
MOSKOW - Rusia mengungkapkan keraguannya atas niat Amerika Serikat (AS) untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.

"Jika penyelenggara benar-benar hanya ingin memberikan semacam bantuan kemanusiaan kepada yang membutuhkan, mengapa tidak menggunakan badan khusus PBB yang memiliki pengalaman luas dan tak ternilai dalam melakukan operasi seperti itu?" tanya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/2/2019).

Zakharova mengulangi peringatan Rusia Kamis lalu terhadap langkah AS untuk menggunakan pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai dalih intervensi militer.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut intervensi militer sebagai kemungkinan dari sejumlah pilihan yang dapat ia gunakan untuk membantu menyelesaikan krisis di Venezuela.

Krisi politik di Venezuela semakin dalam setelah tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai pejabat presiden pada 23 Januari lalu. Sebagai pemimpin parlemen ia mengatakan mempunyai kuasa untuk melakukan hal itu karena pemilu lalu yang dimenangkan oleh Nicolas Maduro tidak sah.

Amerika Serikat (AS) pun dengan cepat mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara yang kaya akan minyak itu. Langkah AS diikuti oleh sejumlah negara lainnya macam Australia, negara-negara anggota Grup Lima (kecuali Meksiko), dan parlemen Eropa.

Maduro pun tidak mengakui deklarasi itu dan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Ia juga menolak bantuan kemanusiaan yang dianggap akan menjadi pintu masuk intervensi asing.

Maduro mendapat dukungan dari Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia.
(ian)
Berita Terkait
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Terungkap, Rusia Pernah...
Terungkap, Rusia Pernah Tawari AS Barter Venezuela dengan Ukraina
Terancam Perang, Venezuela...
Terancam Perang, Venezuela Peringatkan AS: Kami Punya 5.000 Rudal Rusia
Rezim Maduro Terancam...
Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela
Trump: Akan Bijaksana...
Trump: Akan Bijaksana bagi Maduro Jika Lengser dari Kekuasaanya di Venezuela
Ini Analisis AS Tangkap...
Ini Analisis AS Tangkap Maduro dan Dampaknya bagi Rusia dan China
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
50 menit yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
2 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
5 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
7 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
7 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved