Senjata Buatan Indonesia Potensial Dipasarkan di Mesir

Senin, 11 Februari 2019 - 11:05 WIB
Senjata Buatan Indonesia...
Senjata Buatan Indonesia Potensial Dipasarkan di Mesir
A A A
JAKARTA - Produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia semakin banyak dipesan. Jika promosi produk strategis tersebut diperluas ke pasar Afrika termasuk Mesir, diprediksi alutsista Indonesia akan banyak dilirik negara-negara di kawasan Afrika.

"Kualitas produk alutsista kita sudah dipakai di banyak negara serta memiliki harga yang kompetitif sehingga akan mampu bersaing dengan produsen senjata lain,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com, Senin (11/2/2019).

Dubes Helmy menjelaskan pihak Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) sudah melakukan penjajakan kerja sama pertahanan Indonesia-Mesir. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranata Kusuma ke Mesir pada 6-8 Februari lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Kisenda melakukan sejumlah pertemuan termasuk dengan pejabat dari Military Intelligence Directorate (MID) Mesir. Pada pertemuan itu disinggung ide penjajakan sharing informasi intelijen kedua negara.

“Kunjungan Kepala Bais TNI ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan dalam rangka peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir yang sudah berlangsung puluhan tahun,” kata Dubes Helmy.

Dia mengakui informasi mengenai produksi alutsista Indonesia masih kurang tersedia di Mesir. Selain itu, sosialisasi dan promosi industri pertahanan Indonesia ke Negeri 1000 Menara tersebut juga belum optimal. Bahkan, dalam pameran pertahanan Mesir pada Desember 2018 lalu, di mana KBRI Cairo secara khusus berpartisipasi, hanya ada 1 industri pertahanan swasta dan tidak ada satupun BUMN Pertahanan yang ikut meramaikan.

“Kami sudah berkali-kali mengajak dan mengundang industri pertahanan nasional untuk berpromosi ke Mesir, tapi masih belum terealisasi secara optimal,” ujar diplomat Indonesia ini.

Padahal, lanjut dia, Mesir mempunyai program modernisasi persenjataan militer yang baik. Terlebih, Angkatan Bersenjata Mesir masih banyak menggelar operasi kontra insurgensi. Selain itu, secara geopolitik, Mesir memiliki peran signifikan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk itu, Dubes Helmy berpendapat alutsista seperti senapan ringan, kapal cepat dan amunisi berpeluang untuk ditawarkan ke Mesir.

“Saat ini Mesir semakin melirik produk industri pertahanan non-Amerika Serikat sehingga produk nasional kita punya kans untuk dipasarkan di sana,” imbuh Dubes Helmy.

Terkait upaya peningkatan promosi alutsista Indonesia, Helmy mengaku sudah menemui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan pada 4 Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang peningkatan kerja sama Indonesia-Mesir di bidang pertahanan.Dia berharap Menhan Ryamizard dapat ikut membantu mempromosikan alutsista Indonesia ke Mesir. Salah satu caranya adalah melakukan penjajakan peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara.

“Mengingat Mesir juga memiliki Menteri urusan Produksi Militer, patut juga dijajaki peluang kerja sama antarindustri pertahanan kedua negara,” papar Dubes Helmy.

Menurutnya, selama ini pasar Afrika termasuk Mesir merupakan pasar potensial bagi produk-produk nusantara. Komoditas kopi dan kelapa sawit misalnya, merupakan jenis komoditas yang laris manis. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah mengajak para pebisnis untuk melihat potensi pasar Afrika.

"Perekonomian di kawasan Afrika terus tumbuh dan saat ini adalah waktu tepat untuk menggencarkan promosi produk alutsista kita,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diunduh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, total perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-November 2018 tercatat sebesar USD1,07 miliar. Ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD949 juta, sementara impor Indonesia dari Mesir sebesar USD121 juta. Dengan demikian, surplus untuk Indonesia dalam neraca perdagangan dengan Mesir pada periode tersebut USD828 juta.
(mas)
Berita Terkait
5 Presiden di Dunia...
5 Presiden di Dunia yang Dulunya Jenderal Militer, Salah Satunya Prabowo Subianto
Senjata Tempur Andalan...
Senjata Tempur Andalan Mesir
Perkuat Pengaruh di...
Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh ‘Mengepung’ Mesir
Presiden Prabowo Tiba...
Presiden Prabowo Tiba di Mesir, Bakal Hadiri KTT D-8
4 Negara Sekutu Mesir...
4 Negara Sekutu Mesir dengan Militer Terkuat
Bersitegang, Ini Kekuatan...
Bersitegang, Ini Kekuatan Militer Israel vs Mesir
Berita Terkini
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
23 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
59 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved