Erdogan Panggul Peti dan Salat Jenazah Korban Apartemen Runtuh

Minggu, 10 Februari 2019 - 21:49 WIB
Erdogan Panggul Peti...
Erdogan Panggul Peti dan Salat Jenazah Korban Apartemen Runtuh
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan termasuk di antara ratusan pelayat yang menghadiri pemakaman para korban tewas dalam insiden runtuhnya gedung apartemen di Istanbul pada hari Sabtu. Dia ikut memanggul peti mati dan salat untuk jenazah korban.

Korban meninggal hingga kini meningkat menjadi 21 orang. Erdogan dan pejabat lainnya bergabung dalam salat jenazah untuk keluarga Alemdar setelah kunjungan pertama presiden ke lokasi tragedi itu hari Rabu lalu. Lima anggota keluarga Alemdar lainnya, termasuk dua anak, masih dirawat di rumah sakit.

Penyebab runtuhnya gedung apartamen pada hari Rabu tersebut sedang diselidiki. Namun, para pejabat mengatakan tiga lantai teratas dari bangunan delapan lantai di distrik Kartal itu dibangun secara ilegal.

"Di bidang ini, kami menghadapi masalah yang sangat serius dengan bisnis ilegal yang dilakukan untuk menghasilkan lebih banyak uang," kata Erdogan kepada wartawan di luar rumah sakit.

Erdogan mengatakan pihak berwenang memiliki pelajaran dari insiden itu. "Kami memiliki banyak pelajaran untuk dipelajari dari ini. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya, dikutip AP, Minggu (10/2/2019).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan kepada wartawan bahwa korban tewas dari runtuhnya bangunan telah meningkat menjadi 21 orang dan 14 lainnya cedera. Ini adalah ketiga kalinya angka korban insiden itu diperbarui.

"Kami memperkirakan ada 35 orang yang terperangkap di bawah puing-puing," katanya. Dia menekankan bahwa operasi pencarian akan berlanjut seperti sebelumnya. Puluhan penyelamat bekerja di lokasi dengan crane untuk mengangkat balok beton besar guna membersihkan puing-puing.

Media Turki melaporkan, para insinyur dan arsitek secara teratur "membunyikan alarm" terhadap penambahan lantai secara ilegal ke bangunan. Tindakan itu melemahkan struktur konstruksi dan menempatkan bangunan pada risiko yang lebih besar jika terjadi gempa bumi.

Pada tahun lalu, struktur bangunan empat lantai di Istanbul hancur setelah dihantam badai hebat. Pada Januari 2017, insiden serupa juga terjadi dan menewaskan dua orang.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Erdogan Menjadi...
Mengapa Erdogan Menjadi Pemimpin Terkuat di Dunia? Salah Satunya Mendorong Kebangkitan Islam
Bersama Istri, Presiden...
Bersama Istri, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Tiba di Bali
Murka Disebut Teroris,...
Murka Disebut Teroris, Erdogan Tuntut Politisi Anti Islam Belanda
Turki-Israel Sepakat...
Turki-Israel Sepakat Tingkatkan Hubungan
Protes Rektor yang Ditunjuk...
Protes Rektor yang Ditunjuk Erdogan, 159 Demonstran Ditahan
Erdogan Jadikan Peradilan...
Erdogan Jadikan Peradilan sebagai Alat untuk Memukul Lawan Politiknya
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
20 menit yang lalu
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
9 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
11 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
12 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
13 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
14 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved