China Sanggah Ratusan Mata-matanya Berkeliaran di Brussels

Minggu, 10 Februari 2019 - 16:08 WIB
China Sanggah Ratusan...
China Sanggah Ratusan Mata-matanya Berkeliaran di Brussels
A A A
BRUSSELS - China membantah klaim Uni Eropa (UE) yang menyebut 250 mata-matanya bekerja di Brussels. Melalui misi diplomatiknya untuk UE, China menyebut klaim tersebut tidak berdasar.

Sebelumnya situs televisi Jerman, Welt, menurunkan laporan yang mengatakan para diplomat dan pejabat militer UE telah diperingatkan tentang sekitar 250 mata-mata China dan 200 mata-mata Rusia yang beroperasi di kota Belgia.

Laporan itu mengutip informasi dari European External Action Service (EEAS), cabang diplomatik UE.

"Kami sangat terkejut dengan laporan yang tidak beralasan dan tidak berdasar," kata misi China untuk UE itu di situs webnya.

"China selalu menghormati kedaulatan semua negara, dan tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari South China Morning Post, Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut pernyataan itu menyatakan Beijing berkomitmen untuk menjaga hubungan yang sehat dan stabil dengan UE, menambahkan bahwa pihak-pihak terkait harus memperlakukan hubungan China dan China-UE secara objektif dan adil, dan tidak membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Menurut artikel Welt, sebagian besar mata-mata bekerja baik di dalam kedutaan atau unit perusahaan lokal yang berbasis di negara asal mereka.

Para diplomat bahkan disarankan untuk menghindari bagian-bagian tertentu kota, termasuk restoran steak dan kafe yang populer dalam jarak berjalan kaki dari markas Komisi Eropa dan EEAS.

Klaim Uni Eropa adalah yang terbaru dalam gelombang tuduhan spionase yang dilakukan terhadap Beijing. Pada hari Jumat, kedutaan besar China di Vilnius menjawab apa yang disebutnya sebagai tuduhan "konyol" tentang mata-mata yang dibuat oleh Lithuania.

Badan intelijen negara Baltik pekan lalu menuduh China merekrut warganya untuk terlibat dalam kegiatan spionase dan mempengaruhi opini publik tentang isu-isu seperti kemerdekaan Tibet dan Taiwan.

Sebelumnya, pada 11 Januari, polisi di Polandia menangkap direktur penjualan Huawei dan warga negara Polandia Wang Weijing atas tuduhan mata-mata. Meskipun dinas keamanan mengatakan penangkapan itu tidak terkait dengan Huawei, agen-agen intelijen Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan sekutu Amerika tentang dugaan hubungan perusahaan itu dengan Beijing.

Baca juga: Polandia Tangkap Karyawan Huawei China atas Tuduhan Mata-mata

AS telah mengatakan peralatan Huawei dapat memberikan pintu masuk ke jaringan asing untuk mata-mata pemerintah China, meskipun belum menghasilkan bukti untuk mendukung tuduhan, yang berulang kali ditolak oleh perusahaan China tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
China Balas Dendam ke...
China Balas Dendam ke UE usai Terseret Sanksi Rusia
Serangan terbaru Rusia...
Serangan terbaru Rusia Menewaskan 320 Nasionalis Ukraina
Negara Anggota Uni Eropa...
Negara Anggota Uni Eropa Dukung Rencana Damai China untuk Ukraina
Negara Uni Eropa Ini...
Negara Uni Eropa Ini Dukung Rencana Perdamaian Rusia-Ukraina Usulan China
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi...
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiga Perusahaan China Terkait Perang Rusia
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
2 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
4 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
5 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved