alexametrics

Polandia Tangkap Karyawan Huawei China atas Tuduhan Mata-mata

loading...
Polandia Tangkap Karyawan Huawei China atas Tuduhan Mata-mata
Perusahaan telekomunikasi Huawei Technologies Co Ltd's, China. Foto/REUTERS
A+ A-
WARSAWA - Polandia telah menangkap seorang karyawan Huawei, raksasa telekomunikasi China, atas tuduhan mata-mata. Selain itu, seorang mantan pejabat keamanan Polandia juga ditangkap atas tuduhan serupa.

Tuduhan ini dapat memicu kekhawatiran keamanan Barat tentang sepak terjang Huawei.

Namun, pihak juru bicara untuk layanan keamanan Polandia mengatakan kepada Reuters bahwa tuduhan spionase tersebut terkait dengan tindakan individu dan terkait langsung dengan Huawei Technologies Cos Ltd (HWT.UL).



Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, menghadapi pengawasan ketat di Barat atas hubungannya dengan pemerintah China. Otoritas Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei digunakan oleh Beijing untuk spionase.

Tidak ada bukti terkait tuduhan Amerika Serikat. Perusahaan China itu juga telah berulang kali membantahnya. Kendati demikian, tuduhan itu telah menyebabkan beberapa negara Barat membatasi akses Huawei ke pasar mereka.

Stanislaw Zaryn, juru bicara dinas keamanan Polandia, mengatakan bahwa Badan Keamanan Dalam Negeri (ISA) menahan seorang warga negara China dan seorang mantan pejabat keamanan Polandia pada 8 Januari atas tuduhan mata-mata. Menurutnya, kedua pria itu telah mendengar dakwaan dan akan ditahan selama tiga bulan.

"Masalah ini berkaitan dengan tindakannya, itu tidak ada hubungannya dengan perusahaan tempat dia bekerja," kata Zaryn mengacu pada pria China tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/1/2019).

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan karyawan Huawei yang ditangkap bernama Wang Weijing. Dia secara resmi belum dituntut.

Profil LinkedIn milik Wang menunjukkan bahwa dia telah bekerja untuk Huawei divisi Polandia sejak 2011. Dia sebelumnya menjabat sebagai atase untuk Konsul Jenderal China di Gdansk dari 2006-2011.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak