Rusia Ajukan Rancangan Resolusi Tandingan Terkait Venezuela

Minggu, 10 Februari 2019 - 11:34 WIB
Rusia Ajukan Rancangan...
Rusia Ajukan Rancangan Resolusi Tandingan Terkait Venezuela
A A A
NEW YORK - Rusia berencana untuk mengajukan rancangan resolusinya sendiri kepada Dewan Keamanan (DK) PBB terkait krisis yang terjadi di Venezuela. Ini adalah rancangan tandingan setelah sebelumnya, Amerika Serikat (AS) juga mengajukan rancangan resolusi yang mendesak diadakannya pemilu di negara kaya minyak itu.

"(Dewan Keamanan PBB) menyerukan penyelesaian situasi di Venezuela dengan cara damai," bunyi rancangan resolusi Rusia.

"DK PBB mendukung semua inisiatif yang bertujuan mencapai penyelesaian politik, termasuk mekanisme yang dikembangkan di Montevideo," sambung rancangan itu seperti dinukil dari TASS, Minggu (10/2/2019).

Sementara rancangan resolusi AS mengusulkan untuk membatalkan hasil pemilihan presiden 2018 di Venezuela dan mengadakan pemilihan baru di negara Amerika Latin itu.

Sumber diplomatik mengatakan kepada TASS bahwa kedua draft resolusi saat ini sedang dipertimbangkan oleh para ahli dan belum diajukan ke DK PBB.

"Konsultasi ahli tentang ini akan diadakan pada awal minggu depan," kata sumber itu.

"Perlu dicatat bahwa AS belum menarik kembali rancangan pernyataan ketua mereka setelah sesi Dewan Keamanan PBB terakhir di Venezuela. Delegasi Rusia kemudian menyarankan beberapa amandemen yang tidak disetujui AS, tetapi mereka juga tidak menarik rancangan itu," sumber itu menambahkan.

Pada 23 Januari Ketua Majelis Nasional, parlemen Venezuela, Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai penjabat presiden negara itu. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menggambarkannya sebagai upaya kudeta dan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Guaido diakui sebagai presiden sementara oleh negara-negara Grup Lima (kecuali Meksiko), serta oleh Albania, Georgia, Amerika Serikat, dan Organisasi Negara-negara Amerika. Beberapa negara Uni Eropa juga memberikan dukungan untuk pemimpin parlemen Venezuela dan menyatakan harapan untuk pemilihan baru guna menyelesaikan krisis.

Sementara Maduro didukung oleh Rusia, Bolivia, Iran, Kuba, Nikaragua, El Salvador, dan Turki. Belarus dan China menyerukan untuk menyelesaikan semua masalah dengan cara damai dan berbicara menentang campur tangan dari luar.

Sekretaris jenderal PBB sendiri menyerukan dialog untuk menyelesaikan krisis.
(ian)
Berita Terkait
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Maduro Bahas Ancaman...
Maduro Bahas Ancaman AS pada Venezuela dengan Sekjen PBB
Rusia Siap Bantu Venezuela...
Rusia Siap Bantu Venezuela Selidiki Invasi Tentara Bayaran AS
PBB Dikecam Karena Tak...
PBB Dikecam Karena Tak Berdaya Hadapi Penculikan Maduro oleh AS
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Menlu Rusia: AS Lebih...
Menlu Rusia: AS Lebih Sering Menipu Dibanding Merealisasikan Janjinya
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
27 menit yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
1 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
2 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
2 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
3 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved