Akhir April, Militer AS Cabut dari Suriah

Jum'at, 08 Februari 2019 - 10:15 WIB
Akhir April, Militer...
Akhir April, Militer AS Cabut dari Suriah
A A A
WASHINGTON - Laporan terbaru menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) ingin keluar dari Suriah pada akhir April. Rencana militer saat ini adalah menyerukan penarikan besar-besaran pada pertengahan Maret.

Kendati begitu, pemerintahan Trump hingga saat ini belum mencapai kesepakatan untuk melindungi sekutunya Kurdi dari pasukan Turki setelah AS mengosongkan Suriah. AS sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan Turki untuk mengembangkan proposal yang akan mencegah konflik antara pasukan Kurdi dan Turki. Namun sejauh ini hanya ada sedikit kemajuan. Turki menganggap pasukan Kurdi di Suriah adalah teroris.

"Intinya adalah: Keputusan harus dibuat," kata seorang pejabat AS kepada Wall Street Journal.

"Pada titik tertentu, kami membuat kemajuan politik, atau mereka harus memberitahu militer untuk memperlambat, atau kami akan melanjutkan tanpa proses politik," imbuhnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Jumat (8/2/2019).

Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar terkait laporan ini. Namun seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar kepada Wall Street Journal.

"Kami tidak membahas jadwal waktu penarikan AS dari Suriah," ujar juru bicara Pentagon Sean Robertson.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada bulan Desember bahwa ISIS telah dikalahkan dan pasukan Amerika akan menarik diri dari wilayah tersebut. Keputusan Trump ini memicu pengunduran diri mantan Menteri Pertahanan Jim Mattis.

Trump menegaskan kembali selama pidato kenegaraannya minggu ini bahwa sudah waktunya bagi AS untuk menarik pasukan dari Suriah, dan menekankan negara-negara besar tidak berperang tanpa akhir.

"Sekarang, ketika kita bekerja dengan sekutu kita untuk menghancurkan sisa-sisa ISIS, sekarang saatnya untuk memberikan para pejuang pemberani kita di Suriah sebuah sambutan kedatangan yang hangat," kata Trump.

Sementara itu, pengawas internal Pentagon mengeluarkan laporan awal pekan ini yang memperingatkan bahwa tidak adanya tekanan kontraterorisme yang berkelanjutan, ISIS kemungkinan dapat bangkit kembali di Suriah dalam waktu enam hingga 12 bulan dan mendapatkan kembali wilayah di tengah-tengah lembah Sungai Eufrat.
(ian)
Berita Terkait
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
AS Prihatin Turki Terus...
AS Prihatin Turki Terus Gempur Basis Kurdi di Suriah
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
2 Rudal Hantam Pangkalan...
2 Rudal Hantam Pangkalan AS di Suriah di Tengah Operasi Militer Turkiye
Video, Penduduk dan...
Video, Penduduk dan Pasukan Suriah Cegat serta Usir Konvoi Pasukan AS
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
3 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
7 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
8 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved