PBB: Pembunuhan Khashoggi Direncanakan dan Dilakukan Pejabat Saudi

Jum'at, 08 Februari 2019 - 01:29 WIB
PBB: Pembunuhan Khashoggi...
PBB: Pembunuhan Khashoggi Direncanakan dan Dilakukan Pejabat Saudi
A A A
JENEWA - Sebuah penyelidikan yang dipimpin oleh PBB tentang pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi mengatakan bahwa bukti menunjukkan kejahatan brutal terhadap jurnalis itu direncanakan dan dilakukan oleh pejabat Saudi.

Pembunuhan wartawan oleh tim operasi Saudi pada 2 Oktober 2018 lalu telah mencoreng citra Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang sebelumnya dikagumi di Barat karena mendorong perubahan besar termasuk reformasi pajak, proyek infrastruktur, dan mengizinkan perempuan mengemudi.

Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) percaya Putra Mahkota MBS memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi, seorang kritikus dan kolumnis Washington Post. Jurnalis itu dimutilasi dan potongan tubuhnya dipindahkan ke lokasi yang belum diketahui publik.

Riyadh telah membantah bahwa Putra Mahkota MBS terlibat dalam pembunuhan terhadap Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan kasus facie utama bahwa Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh pejabat Negara Arab Saudi," kata Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk ringkasan ekstra yudisial atau eskeskusi sewenang-wenang, dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, pejabat Saudi telah sangat merusak dan menunda upaya Turki untuk menyelidiki tempat kejahatan di konsulat Istanbul selama 13 hari Oktober lalu.

Callamard, yang melaporkan misi selama seminggu dengan timnya yang terdiri dari tiga ahli ke Turki, mengatakan bahwa mereka memiliki akses ke rekaman audio yang mengerikan tentang kematian Khashoggi yang diperoleh oleh badan intelijen Turki.

Kantor komunikasi pemerintah Saudi belum bersedia menanggapi permintaan komentar atas laporan tim PBB tersebut.

Pihak jaksa penuntut umum Saudi pada akhir tahun lalu mengatakan 21 orang Saudi telah ditahan atas kasus ini. Dari jumlah tersangka itu, 11 di antaranya telah didakwa dan dirujuk ke pengadilan. Jaksa penuntut bahkan menuntut hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka yang didakwa.

Callamard mengatakan bahwa dia memiliki keprihatinan besar tentang proses pengadilan terhadap 11 tersangka dan telah meminta kunjungan resmi ke Kerajaan Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
PBB: Pangeran Mahkota...
PBB: Pangeran Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Pejabat Tinggi Saudi...
Pejabat Tinggi Saudi Ancam Bunuh Ahli PBB Penyelidik Kasus Khashoggi
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
2 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
2 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
3 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved